Skip to main content

Posts

Tentang Kopi Liong Bulan

Recent posts

Apakah Saya Pembunuh?

Mimpi. Saya berada di sebuah ketinggian bersama beberapa orang, melihat ke bawah. Sepertinya berada di sebuah pesawat terbang. Lalu sebuah benda yg saya kira bom diluncurkan mengarah ke sebuah bangunan bertingkat. Duar!Saya mendekati bangunan bertingkat yang sudah runtuh. Di tempat lain, sejumlah orang mengerumuni sesosok mayat. Pria, seseorang yang saya kenal. Mantan pemimpin yang dzolim. Satu per satu anaknya datang.Saya tiba-tiba gelisah. Polisi akan dengan mudah menemukan siapa pelaku pengeboman. Saya bercermin. Bagaimana dengan saya? Apakah saya terlibat dengan hadirnya saya bersama para pengebom padahal saya tak tahu apa-apa? Apakah saya pembunuh?Terbangun.

Ketika Ramah Tamah Menyapa Seseorang Dianggap Pelecehan Seksual

Akhirnya, setelah sholat Jumat, pertemuan saya dengan Dekan dan wakil-wakil dekan, saksi, dan teman yang menuduh saya melakukan pelecehan seksual terhadapnya, digelar. Awalnya, karena marah dan merasa terganggu, saya tak mau datang. Namun, akhirnya saya berubah pikiran ketika sejumlah sahabat mengingatkan saya agar datang, agar kasus segera berakhir, dan urusan menjadi jernih. 
Seperti telah diduga, pertemuan itu menjadi sangat lucu karena rekan saya yang menuduh saya itu, memiliki standar entah dari planet mana. Dia keukeuh kalau menyapa dia di tengah kerumunan orang dan menawari dia kursi untuk duduk itu dianggap pelecehan seksual. Dia juga keukeuh kalau pria, keluar dari kamar mandi sambil merapikan celana itu dianggap pelecehan seksual. Untung saja orang-orang lain yang mengundang dan diundang pertemuan tersebut masih waras.
Kasus dianggap selesai. Dagelan pun usai. Semoga.
Selain berkasus dengan saya, si rekan saya ini pun membuat surat lainnya yang ditujukan ke Rektor. Melapork…

Trotoal untuk Siapa?

Pembangunan infrastruktur di Jakarta memang terlihat sedang digenjot, khususnya di Jakarta, termasuk trotoal. Untuk pejalan kaki, seharusnya trotoar menjadi sangat nyaman karena menjadi lebih lebar dan baik. Sayangnya, setelah jadi, trotoar malah dimiliki oleh sebagian orang. Pejalan kaki, tetap saja di badan dan bahu jalan.


Ban Gembos

Saat berangkat ke kampus, melewati jalan sempit, saya berpapasan dengan sebuah mobil. Harus hati-hati biar tak saling menyerempet. Tapi di sisi kiri saya ada gerobak tukang air yang pemiliknya entah ada di mana. Tak sengaja saya menyenggolnya. Beberapa menit kemudian, saya baru menyadari ada sesuatu yang salah dengan jalannya mobil saya: agak miring, dan kemudi tidak lurus.

Seorang sopir ojek memberi tahu saya tentang ban mobil yang gembos. Untnungnya, tak jauh dari situ ada bengkel. Selamatlah. Agak sedih juga karena ban robek dari samping, tak bisa ditambal. Padahal masih baru.

The Secretary Parking Bay

Kalau datang ke kampus siang, akan sangat sulit mencari tempat parkir. Namun, ada spot favorit yang biasanya kosong karena tak ada lagi jabatan Sekretaris Rektor sementara tempat parkirnya masih. Dia sudah dipecat oleh Rektor. Nah, tak banyak orang berani mengambil tempat parkir ini. Hihihi.

Dituduh Melakukan Pelecehan

Saya sedang terkena musibah. Seorang dosen mengadukan saya, dan beberapa rekan dosen lain ke Rektor. Khususnya kasus saya, terkait pelecehan seksual. Waktu pertama kali saya mendengar, saya sempat bingung. Apa yang sudah saya lakukan terhadap orang ini? Sejujurnya, saya sangat jarang berinteraksi dengannya. Jika pun pernah, hanya sekelebat-sekelebat saya pertemuannya. Itu pun karena dia sedang berkasus di fakultas sehingga dengan siapa pun dia merasa tak nyaman. 
Ada tiga tuduhan pelecehan itu. Kejadian pertama, ketika saya dan banyak dosen dari fakultas memenuhi undangan dari unit kerja lain untuk sebuah pekerjaan. Banyak dosen yang datang tapi kursi terbatas. Saya dapat tempat duduk karena datang lebih awal. Tetiba dia datang dan celingukan. Tak ada satu pun dosen yang menyapa dia. Saya spontan memanggil dan menawarkan tempat duduk. Ada yang salah? Kalau pun ada kesalahan, dia tak merespon apa-apa. Boro-boro bilang terima kasih, dia malah balik badan tanpa bersuara apa-apa. 
Kejadi…