Skip to main content

Posts

Entah

Recent posts

Ziarah Pertama

Menjenguk Ita di hari pertama di rumah barunya.

Selamat Jalan, Adikku

Jumat, setelah subuh, saya sedang menulis sesuatu di laptop. Kakak saya mengirim pesan, juga menelpon: pulang sekarang. Lalu dalam hitungan menit, saya berkemas, membawa anak-anak. Isteri saya masih ada kegiatan hari itu. Tujuan: rumah sakit dekat rumah di Bogor.
Hujan sepanjang pagi hingga siang. Suasana di ruang IGD sangat menguatirkan. Perasaan campur aduk. Menjelang jam empat sore. Ita, adik kami, berpulang. 
Tak ingin berlama-lama, setelah isya, kami antar Ita ke rumah terakhirnya. Selamat jalan, adikku. Allah memilihmu untuk lebih cepat menghadap-Nya, karena Dia sayang sama kamu. Kamu akan mendapatkan tempat yang benderang dan lapang di surga terindah.

Saat-saat Ita Pulang ke Rumah

Ita, adik saya ke tiga. Begitu Juli lalu kami mendengar kabar tentang dia sakit, saya, dan juga anggota keluarga lain sudah pasrah. Bahkan Ita pun sudah memasrahkan diri. Maut adalah urusan Allah. Namun usaha kami tidak sedikit sebagai syarat perjuangan seorang Muslim untuk bertahan. Ketika kehendak-Nya tak bisa kami tolak, hanya imanlah yang bisa mendamaikan hati kami. Selamat jalan, adikku... We'll miss you.

Hari Pertama - STUST

Sesaat sebelum conference dimulai. Bertemu dengan sahabat saya Andi, dosen fakultas yang sedang melanjutkan studi S-3 di Southern Taiwan Univeristy of Science Technology. (STUST).

Tentang Kopi Liong Bulan

Tulisan seseorang yang viral. THE END OF THE LEGENDSebuah berita duka bagi saya dan bagi banyak orang Bogor, penggemar kopi Liong Bulan. Kopi legendaris ini tutup selamanya -tutup umur, setelah bertahan 72 tahun di kota Bogor.Lahir pada tahun 1945, sekitar kemerdekaan Indonesia di dekat Pasar Anyar Bogor, di belakang bioskop President yang telah mati lebih dari 20 tahun yang lalu. Membuka toko di Jl. Pabaton di sebelah Pasar Anyar, ia di sana sampai tutup umur sepuluh hari lalu.Sang empunya, usianya pun sudah lanjut, 60-an tahun nampak sering duduk saja merangkap sebagai kasir. Kadang-kadang saya ajak ngobrol soal kopi ini, tetapi tak responsif, wawancara pun tak terjadi. Dua perempuan muda bertugas menggiling biji kopi, menimbang kopi, melayani permintaan para pembeli yang banyak berdatangan.Kopinya murah, Rp 12.500 per 1/4 kg. Maka masyarakat kelas bawah selalu ramai berdatangan dari pukul 09 sampai pukul 15 saat toko buka. Belakangan saya sering menemukan toko ini tutup dan ditempe…

Apakah Saya Pembunuh?

Mimpi. Saya berada di sebuah ketinggian bersama beberapa orang, melihat ke bawah. Sepertinya berada di sebuah pesawat terbang. Lalu sebuah benda yg saya kira bom diluncurkan mengarah ke sebuah bangunan bertingkat. Duar!Saya mendekati bangunan bertingkat yang sudah runtuh. Di tempat lain, sejumlah orang mengerumuni sesosok mayat. Pria, seseorang yang saya kenal. Mantan pemimpin yang dzolim. Satu per satu anaknya datang.Saya tiba-tiba gelisah. Polisi akan dengan mudah menemukan siapa pelaku pengeboman. Saya bercermin. Bagaimana dengan saya? Apakah saya terlibat dengan hadirnya saya bersama para pengebom padahal saya tak tahu apa-apa? Apakah saya pembunuh?Terbangun.