9.7.09

Bye Bye Mega, Bye

Entah memang sudah kepribadian para capres dan cawapres, suka menyerang lawan. Saya melihat gelagat Megawati dan apalagi Prabowo, termasuk Jusuf Kalla. Semua berbondong-bondong mencari celah kekurangan SBY dan pasangannya. Kekurangan ini kemudian dijadikan materi propaganda yang mereka pikir dengan semakin banyak kelemahan SBY terbongkar akan meningkatkan simpati masyarakat.

Mereka lupa satu hal. Orang Indonesia memiliki belas kasihan yang luar biasa tinggi. Semakin diayaniaya, entah itu benar atau keliru, semakin orang ini akan mendapatkan dukungan. Megawati tak belajar dari pengalaman. Ibu kita ini, lima tahun lalu rajin sekali mengeluarkan energi sekedar untuk menjelekkan SBY. Kali ini diulang lagi. Hingga akhirnya mereka para penganiaya harus menyerah kalah.

Eh, sudah terbukti kalah pun (memang belum dilegimitasi) masih saja terus membuat pembenaran dan mencari kambing hitam. Seolah mereka yang dicurangi.

Saya sempat optimis, ketika SBY turun lima tahun lagi, pilihan saya akan jatuh pada Prabowo, the promising-up coming leader of Indonesia. Tapi sepertinya saya harus berpikir lagi. Perangai Prabowo yang cenderung kurang legowo menerima kekalahan dan kemasyuran orang lain, sangat disayangkan. Ia terlalu bernafsu menyalahkan orang lain. Tidak santun dan tak memiliki nilai ketauladanan sama sekali.

Masa mega sudah selesai. Seperti wayang, ia akan segera masuk kotak. Jusuf Kalla apa lagi. Semoga cita-citanya pulang kampung jika kalah, dapat segera terwujud. Sementara Wiranto harus segera bangun dari mimpi. Ia sama sekali tak punya destini di masa datang untuk duduk sebagai pemimpin negara. Prabowo? Please, deh.

Sering Lupa Parkir di Mana



Biasanya, jika saya parkir, ya, tinggal parkir saja. Namun begitu kembali, saya sering lupa dimana saya meletakkan kendaraan. Terutama jika di gedung perkantoran atau di pusat perbelanjaan. Terutama lagi jika sedang sendirian. Saya harus menyadari kalau saya memang sudah menjadi pelupa untuk hal-hal sekecil ini.

Nah, salah satu ide yang kemudian saya praktekkan adalah dengan membuat foto petunjuk dimana saya parkir. Dengan cara ini, saya tak tersesat lagi.

8.7.09

SBY Menang, Alhamdulillah

Lega juga, capres yang saya pilih akhirnya mendominasi perolehan suara. Di beberapa TPS sekitar rumah, daerah Kemayoran, SBY yang menang. Berdasarkan perhitungan quick count juga SBY yang menang. Memang beliau yang paling layak. Megawati sudah bukan lagi masanya. Prabowo belum pas waktunya. Kalla dan Wiranto, tak pernah ada waktu buat mereka.

Berikut perhitungan sementara, seperti yang saya kutip dari vivanews.com:
Seperti yang ditayangkan VIVAnews, hingga pukul 18.00 WIB, hasil penghitungan tiga lembaga, Lembaga Survei Indonesia (LSI), LP3ES, dan Cirus, menunjukkan kemenangan SBY-Boediono. Untuk LSI menunjukkan pasangan SBY-Boediono meraih 60,85 persen, Mega-Prabowo 26.59 persen, dan JK-Wiranto 12.59 persen.

LP3ES juga menunjukkan hal yang sama, SBY-Boediono meraih 60,28 persen, Mega-Prabowo 27,53 persen, dan JK-Wiranto 12,19 persen. Sedangkan untuk Cirus memperlihatkan SBY-Boediono meraih 60,2 persen, Mega-Prabowo 27,49 persen, dan JK-Wiranto 12,31 persen.

Basil Ikut Nyontreng





Pendidikan politik perlu dilakukan sejak dini. Saat nyontreng pada pemilihan capres dan cawapres tahun 2009 ini, saya bawa serta Basil. Bahkan saya ajak dia untuk mencelupkan jari kelingkingnya ke botol tinta. Setelah jarinya tercelup, untuk eberapa saat dia bingung dengan warna gelap di ujung jari mungilnya.

Saya, istri, dan Basil sangat bergairah melakukan pemilihan kali ini. Entah kenapa, tapi saya rasa ini adalah salah bentuk syukur dan harapan atas kepemimpin SBY. Terang saja saya mendukung dan memilih SBY.

Nak, apa yang kamu hari ini, adalah sejarah bagi negeri kita tercinta.

Korban Kampanye Hitam

Seorang sahabat berteriak tak akan pilih SBY, dia lebih suka pilih satu dari yang lainnya. Tapi dia tak menyebutkan siapa. Dalam percakapan telepon dengan seorang sahabat lain, sahabat saya yang ini pun lantang tak akan pilih SBY. Alasannya, SBY terlibat dalam mendesain kekisruhan DPT. "Pilih siapa?" tanya saya. Tak ada jawaban jelas.

Tidak pilih SBY tapi tak berani menyebutkan siapa yang dipilih. Masih LUBER? Tidak. Tapi asumsi saya mereka malu menyebutkan apakah Megawati atau JK, karena mereka sendiri sadar bahwa dua pemimpin partai ini memang kurang layak diperhitungkan jika harus disandingkan dengan SBY.

Saya yakin di balik semua ini, black campaign-lah yang telah menutup mata hati sahabat-sahabat saya. Isu DPT, neoliberlism, dan agama, menjadi materi kampanye hitam yang bagi pribadi-pribadi tertentu bisa menjadi alasan kuat untuk menghindar tokoh yang terlibat di dalamnya.

7.7.09

07.07.09

Dua tahun saya jalani pernikahan. Betul kata orang, penuh suka, penuh duka. Bagi saya, pernikahan adalah perjuangan sepanjang umur. Semoga Allah terus membimbing dan melindungi saya dan istri. Semoga pernikahan ini bisa terus melembaga hingga akhir hayat kami.

6.7.09

Apa Salahnya Pemilihan Capres dan Cawapres Satu Putaran Saja?

Apa salahnya pemilihan capres dan cawapres satu putaran saja? Bukankah menjadi sangat baik bagi semua pihak jika satu putaran saja, siapa pun yang menang? Jika Megawati dan JK cukup percaya diri, mestinya mereka tak harus kuatir dengan tantangan itu.

Tapi Megawati dan JK tak punya nyali. Mereka jauh-jauh hari sudah mentargetkan pemilihan capres dan cawapres akan terjadi dalam dua putaran. Putaran pertama, menurut kubu Megawati, Ibu ini masuk. Menurut kubu JK, tentu JK yang masuk. Kalau Mega dan JK merasa akan masuk dalam putaran pertama, maka masing-masing juga memperhitungkan SBY sebagai saingan pertama pada putaran pertama. Nah, pada putaran kedua, masing-masing baru merasa yakin akan unggul.

Sebetulnya, menurut saya mereka, Mega dan JK, sesungguhnya sudah bisa mengukur diri. Mereka tak akan menang.

5.7.09

Basil ke PRJ


PRJ datang lagi. Pengalaman kedua buat Basil.

Pengunjung sangat banyak. Untungnya datang sejak awal dibuka, hingga masih mudah mendapatkan tempat parkir dan belum terlalu sesak di dalam arena pameran. Ketika pulang sore, melihat antrian yang sangat panjang orang-orang yang baru datang, saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Sejujurnya, tak ada yang sangat istimewa yang bisa disaksikan. Semua barang bisa dengan mudah ditemukan di pusat perbelanjaan, setiap hari.

4.7.09

Satu Putaran Ilegal?

Beberapa kali saya melihat pernyataan Megawati menyoal iklan satu putaran yang ditayangkan di televisi. Kata beliau, "Betapa sombongnya orang yang mengatakan bahwa dia bisa memenangkan pemilihan capres dalam satu putaran. Padahal pemilihannya saja belum dilakukan." Terus terang, saya sangat geli mendengar pernyataan Ibu kita ini.

Belakangan, Jusuf Kalla pun tidak senang dengan iklan tersebut. Ia bahkan bilang bahwa iklan tersebut ilegal karena tidak diterbitkan oleh tim sukses kubu SBY. Sesungguhnya, iklan ini memang tidak dibuat oleh tim sukses SBY, tapi oleh sebuah lembaga pro demokrasi pimpinan Denny JA, pemilik Lingkaran Survey Indonesia. Namun demikian Mahkamah Konstitusi akhirnya mengetuk palu bahwa iklan tersebut legal.

So, apa salahnya jika pemeilihan capres dan cawapres nanti cukup satu putran saja? Biar kita tak sering-sering pergi ke TPS. Satu kali saja banyak yang enggan, apa lagi dua. Tapi rupanya, bagi Megawati dan JK, pemilihan dalam satu putaran saja telah menyiutkan nyali mereka. Secara psikologis, iklan tersebut seolah telah memberi kesimpulan tentang jumlah perolehan suara kelak.

Kita tentu tak bisa mengabaikan begitu saja angka-angka hasil polling atau survey yang selalu menunjukkan arah bahwa SBY-lah the next leader untuk negeri ini.


Detikom Pro Mega Pro?

Saya mengamati pemberitaan yang ditulis oleh Detikom belakangan ini. Menjelang pemilihan capres dan cawapres, saya mengendus bahwa Detikom terlalu mencolok untuk mendeskreditkan pemerintah atau dengan kata lain SBY. Portal berita ini terlihat nyata lebih mengagungkan kubu Mega-Prabowo.

Dari mulai judul, pilihan berita, isi berita, termasuk dari arah mana berita ditulis.

Menurut saya, Detikom mestinya tak harus melakukan agenda setting sedemikian rupa untuk mendukung golongan tertentu. Mereka harus netral.

26.6.09

Take Me Out

Untuk kedua kali saya menonton acara tv saduran 'Take Me Out' lewat Indosiar. Ada lucu, ada haru, ada kasihan. Cukup menghibur. Cari jodoh dalam hitungan menit. Sebagian berhasil dapat pasangan, sebagian lain harus gigit jari karena tidak terpilih.
Ada kesan tak percaya, bagaimana mungkin chemistry bisa muncul dalam waktu sedemikian singkat? Atau tidak usah dipikir, tokh ini hanya sebuah permainan? Well, sebagai sebuah usaha, program ini memang sangat luar biasa dan penuh kejutan.

Selamat Jalan Jacko

Michael Jackson meninggal. Tentu saja mengagetkan. Pernah sejumlah lagunya sangat saya suka. Dan masih saya suka terlepas dengan kehidupannya yang kontroversial. Dia manusia hebat, tentu saja.

Movie I Ate: El Orfanato


Seorang ibu akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kembali anaknya yang hilang, meskipun itu hanya seorang anak hasil adopsi. Siapa nyana, usaha pencarian anaknya ini menggiring dia ke masa lalu, ke masa dimana dulu dia pernah menjadi bagian dari panti asuhan yang lalu telah berubah menjadi rumah seperti yang sekarang dia tempati. Misteri tentang kematian anak-anak yang memiliki banyak kekurangan hingga tak satu pun orang tua mau mengadopsi.


Ibu yang kehilangan anak ini lalu harus mengulang permainan-permainan masa kanaknya untuk mengumpulkan berbagai petunjuk dimana dia harus menemukan anaknya. Petunjuk itu didapatnya dengan susah payah hingga ia berhasil menemukan anaknya yang hilang. Bukan itu saja, ia pun berhasil bertemu dengan teman-teman masa kecilnya. Meskipun ia harus memasuki dunia lain. Dunia kematian. Sebuah film hantu yang sangat tidak menyeramkan. Dan saya suka.