Skip to main content

Posts

Yosia, Kembalilah...

Ini Yosia, nama panggilannya Ochie. Ochie selalu tersenyum lebar jika bertemu, bahkan saat saya omeli ketika bimbingan skripsi. Dia anak baik. Sangat baik. Ochie mahasiswa saya di LSPR, bimbingan saya juga saat dia menyelesaikan skripsinya tahun lalu. Ochie sudah lulus. Saat ini, dia dikabarkan hilang di Tokyo saat hendak pulang ke Indonesia. Semoga Ochie cepat kembali.
Recent posts

Membuat Channel Youtube untuk Mahasiswa Bimbingan Skripsi

Sejak beberapa hari terakhir, saya membuat tutorial tentang bagaimana menganalisis data, terutama dengan menggunakan structural equation model. Bagi pemula, tentu akan ribet bagaimana memulai. Nah, video-video yang saya unggah ke Youtube ini, menunjukkan caranya.

Channel ini didasari akan masalah yang saya temui ketika banyak mahasiswa mengantri minta saya ajari untuk skripsi mereka, tapi saya sedang sangat sibuk dengan pekerjaan. Akhirnya, di waktu senggang di malam hari atau pagi hari, saya mulai menyiapkan video-video tersebut. Easy. Mahasiswa pun bisa tersenyum lega karena tak perlu mencari saya untuk bisa berkonsultasi. Selain membantu mahasiswa saya, saya harap juga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang berkesulitan.
https://www.youtube.com/watch?v=v0i7k0a8qW8
https://www.youtube.com/watch?v=mtP3Y2qi0M4
https://www.youtube.com/watch?v=Ln2BePSw1iw







Ketika Pembuat Game Digital Berfilosofi

Beberapa bulan terakhir, saya menyiapkan sebuah game digital yang dibantu oleh seorang mahasiswa saya. So far, saya puas dengan pekerjaan dia meskipun beberapa hal masih ada yang perlu direvisi. Wajarlah.
Pada sebuah pertemuan belom lama ini, mahasiswa saya itu memberi satu pelajaran yang teramat penting. Bukan pelajaran yang bersifat teknis bagaimana membuat game, tapi tentang sebuah filosofi. hidup. Katanya, para pembuat game seringkali membuat rintangan-rintangan yang sengaja untuk 'mengganggu' fokus dari para pemain. Menggoda agar pemain 'membantai' rintangan ini. Saat para pemain membantai, artinya mereka membuang sumber daya yang dimiliki, yang meskipun rintangan itu dapat diatasi, namun tak bernilai banyak. Sarannya, rintangan-rintangan itu bisa dilompati, ditinggalkan, diabaikan. Fokus pada tujuan, hadapi rintangan-rintangan besar, untuk naik level dengan mudah. Persis seperti dalam hidup kan?
Ada salah seorang rekan kerja, yang setiap saat mengganggu saya. Mu…

Anniversary

Happy annyversary, my wife.

Alumni Australia Berkumpul

Kamis hingga Jumat ini, saya mengikuti acara Alumni Professional Development Program (APDP) di UNJ. Acara ini khusus untuk alumni Australia. Idenya keren. Ada tiga buah kampus di Australia termasuk Griffith University, Charles Darwin University, dan James Cook University, membuat konsorsium. Mereka mengajak juga kampus lokal seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Makassar.
Event ini saya bilang menarik karena memfasilitasi alumni, baik dosen maupun bukan, yang ingin menulis penelitian yang didampingi oleh para mentor. Mentor-mentor ini, bisa orang Indonesia, bisa juga orang Australia. Goal setiap alumnus adalah bisa menghasilkan sebuah paper yang kelak akan dipublikasikan pada jurnal internasional. Event ini dihadiri seratusan lebih dosen dan karyawan pemerintah dari berbagai kampus dan instansi di Indonesia. 
Event kali ini berupa workshop permulaan. Nanti akan ada workshop lanjutan pada November nanti. Nah, January tahun depan, akan ada co…

Tahap Pertama Lolos: SAME Program

Cirebon ke Majalengka ke Jakarta, lancar sekali. Alhamdulillah, sebelum jam 12 siang sudah tiba di rumah. Tiba di rumah, rasanya saya sudah kangen internet. Banyak hal yang tertunda dikerjakan karena keterbatasan akses ke internet selama di Cirebon. 
Begitu buka email: sebuah email dari Dikti yang saya tunggu-tunggu. Pengumuman seleksi SAME, program post-doctoral. Dan nama saya menjadi salah satu yang lolos babak pertama ini. Puji Tuhan. Penantian selama ini yang penuh ketidakpastian berakhir. Tinggal persiapan tahap kedua berupa wawancara.
Semoga dilancarkan, ya Allah.

Deg-degan Mulai Nge-vlog

Sudah lama punya keinginan untuk mencoba vlogging. Saya tahan karena ada kekuatiran saya akan keasyikan di sana dan menyingkirkan tujuan saya untuk jadi guru besar. Tiba-tiba bulan lalu isteri saya mengusulkan untuk membuat vlog. Nah. Gayung bersambut. Satu per satu peralatan di beli. Saya pun mengambil kursus mengedit video. Betul saja, belum mulai vlogging saja sudah mengonsumsi waktu yang luar biasa banyak, apalagi jika sudah mulai.
Mundur? No. Terus maju.