Di setiap bandara, bisnis bungkus membungkus tas penumpang tak pernah sepi. Orang-orang yang kuatir barang bawaannya diganggu pencongkel rela membayar Rp 50,000 agar aman. Bagi saya, adanya bisnis tersebut justeru menunjukkan betapa manajemen bandara gagal memberikan jaminan jeananan bagi para klien. Mestinya, klien justeru tak perlu membayar utk urusan bungkus membungkus tas ini.
Mampir sholat jumat. Jam 11.30 sudah mulai, belum jam 12.00 sudah selesai. Topik kutbahnya tentang sejarah may day di Canada, buruh, dihubungkan dengan kisah Nabi.
Tiba-tiba, mobil yang kami tumpangi bermasalah. Gigi tak bisa dioperasikan! Ngok! Tapi syukurlah tak perlu panik. Mobil bisa jalan lagi. Mudah-mudahan bisa sampai tujuan.