Skip to main content

Posts

Showing posts with the label USA

A Room to Stay

Terbengong-bengong ketika menyadari kalau hostel yang saya booking di Philadelpia ternyata sangat terisolir, di antara hutan, jauh dari keramaian kota. Sopir taksi yang mengantar saya meyakinkan bahwa inilah hostel yang saya maksud. Bukan karena banyak uang hingga saya minta bantuan sopir taksi untuk mengantar saya ke hostel. Namun karena saya tiba di Philly sudah jam 9 malam, sudah tak ada lagi sinar matahari yang tersisa. Dalam kegelapan, harus cari bis, cari tempat berhentinya, cari hostelnya... pasti merepotkan. Saya berpikir praktis saja.  Ini bukan hostel biasa. Ini mansion. Sangat besar. Saya pikir, orang-orang yang tinggal di sini karena mereka sudah tidak mendapatkan kamar di tempat lain. Tapi juga bagus. Seperti kembali ke satu atau dua abad lampau.

Aktifis Falun Gong, PA

Ternyata, aktivitas Falun Gong ada juga di Philadelphia. Saat itu saya sedang mengitari Independence Square dan menemukan mereka menggelar event. Sebuah tenda, sederet meja dengan gembar-gembor kedjoliman pemerintah Cina terhadap pengikut gerakan ini. Sejujurnya, saya sendiri belum paham benar dengan apa yang mereka lakukan, kecuali bermeditasi. Kalau cuma bermeditasi, mengapa harus ada yang cacat fisik segala rupa, ya?

The Museum of Art, PA

Bye Bye Amerika

Sopir yang menjemput saya tak berhenti bicara di telpon entah dengan siapa entah dengan bahasa apa. Ada lima penumpang lain dalam mini bus itu. Lalu lintas padat. Jam 6pm, saatnya orang pulang kerja. Selama perjalanan dari Manhattan ke bandara, pikiran dan perasaan saya campur aduk. Ada sensasi yang berkecamuk, antaran senang karena akan pulang dan sedih karena sepertinya belum cukup menjelajahi tanah Amerika. Bye, bye, Amerika. Dengan visa yang berlaku hingga lima tahun ke depan, tinggal menulis paper dan mencari tempat seminar yang tepat, saya insyaallah bisa kembali ke tanah impian banyak orang ini. Well, hanya untuk sejenak berkunjung, bukan untuk hidup di sana. Siluet deretan gedung di Manhattan island

Back to Manhattan

Kembali ke NYC, mampir ke Tone on Lex untuk packing dan bersiap kembali ke tanah air. Langit mendung, sebentar gerimis, sebentar diam. Saya akan kangen hiruk pikuknya. Mungkin, siapa tahu, kelak saya punya rezeki untuk benar-benar kembali ke pulau mahal ini. Saya sudah order online mobil jemputan, biar tak repot masuk keluar subway dan mengejar bis. Apalagi pada jam sibuk seperti itu. 

Lincoln Memorial, DC

Rocky

Film tahun delapan puluhan, "Rocky", dianggap berjasa dalam mempromosikan kota Philadelphia. Selain jadi icon souvenir, untuk mengenang moment itu, pemerintah kota telah membuat patung dan tapak kaki pemeran tokoh Rocky, Sylvester Stallone. 

Mural Arts

Saya terkagum-kagum dengan banyaknya karya seni mural di sejumlah dinding bangunan di Philadelphia. Keren. Karya ini dibentuk dari potongan keramik dengan imbuhan pesan-pesan sosial. Mural at China Town

China Town, PA

A City on Display, PA

L.O.V.E. in PA

Look Down DC

Atlantic City: Kota Kasino

Petugas informasi kota Trenton yang masih sangat muda itu, jujur tidak tahu bagaimana saya bisa mencapai Atlantic City, satu-satunya tempat yang ingin saya kunjungi di New Jersey. Tapi petugas lain bagian customer service sangat membantu. Ada kereta lokal yang bisa saya tumpangi, dilanjutkan dengan bus. total perjalanan selama dua jam. Saya berhitung, mungkin saya hanya bisa menghabiskan waktu dua jam di sana.  Sehari sebelumnya, sebetulnya saya sudah mencari tahu tentang penginapan murah di New Jersey. Agak susah. Saya maklum begitu tiba di Atlantic City. Sepertinya tempat ini hanya untuk orang berduit. Dimana-mana kasino.

Trenton

NY to NJ

Begitu saya tiba di jalur 7 Pennsylvania Station, kereta menuju Trenton sudah di sana. Bukan sekedar di sana, tapi sudah siap berangkat. Terlambat satu menit saja, saya pasti sudah tertinggal. Saya membeli tiket ke Philly yang ternyata transit di Trenton, ibu kota New Jersey. Tak apa, biar saya bisa melihat-lihat negara bagaian ini dulu meskipun tak mungkin berlama-lama.   Tak lama kereta jalan, petugas tiket mendatangi penumpang satu per satu untuk memeriksa tiket. Tiket harus diletakkan pada sandaran kursi. Awalnya, dia hanya mengganti tiket dengan secarik kertas berisi nomor-nomor. Kali kedua, dua balik lagi untuk menjemput semua kertas yang dia bagikan sebelumnya. Hal-hal kecil yang menarik untuk diamati.

Gerswhin Hostel, NY

Karena hanya kebagian bermalam empat malam di Tone on Lex hostel padahal saya masih punya satu malam lagi untuk tinggal di NY, saya buru-buru mencari hostel lain. Sebetulnya malas juga kudu berpindah-pindah. Gerswhin Hostel, sebetulnya sangat dekat dengan lokasi conference. Hanya lima menit jalan untuk sampai ke Baruch College. So, Kamis malam, setelah acara dinner seluruh peserta conference, saya langsung check in. Sudah malam, mata sudah berat. Saya menempati sebuah kamar yang berhubungan dengan kamar lain, yang diisi dengan sepuluh tempat tidur. Ketika saya datang, hanya ada tiga orang yang saya temui. Tempat tidur lainnya tampak rapi dan bersih. Tapi begitu pagi tiba, saya menemukan seluruh tempat tidur terisi penuh. Mengingat jaraknya yang di tengah kota, saya cenderung lebih suka hostel ini dari pada hostel sebelumnya yang saya tempati. Lebih lapang, bersih, terawat, dan nyaman. Namun, hostel ini tidak memiliki common room dimana saya bisa berinteraksi dengan penghuni la...

Chamounix Mansion, PA

Terbengong-bengong ketika menyadari kalau hostel yang saya booking di Philadelpia ternyata sangat terisolir, di antara hutan, jauh dari keramaian kota. Sopir taksi yang mengantar saya meyakinkan bahwa inilah hostel yang saya maksud. Bukan karena banyak uang hingga saya minta bantuan sopir taksi untuk mengantar saya ke hostel. Namun karena saya tiba di Philly sudah jam 9 malam, sudah tak ada lagi sinar matahari yang tersisa. Dalam kegelapan, harus cari bis, cari tempat berhentinya, cari hostelnya... Saya berpikir praktis saja.  Ini bukan hostel biasa. Ini mansion, dengan perabotan antik dan aroma ningrat abad lampau. Bagus. Tapi kalau mengingat jaraknya, saya pikir, orang-orang mau tinggal di sini karena mereka sudah tidak mendapatkan kamar di tempat lain. 

Mosaic at Penn Station, PA

Sebuah karya seni berupa mosaik keramik bisa juga dinikmati di Pennsylvania Station.