Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cirebon

Bubar Sholat Ied

Berburu Empal Gentong

Salah satu buruan saya pas lagi di Cirebon adalah empal gentong. Dekat rumah, ada Mang Kojek yang menjual empal dengkil. Hmmm, sedap.

On Cipali

Bosan. Tentu saja. Jalan tol padat. Untungnya anak-anak tidak terlalu rewel meskipun riweuh minta ampun.

Rest Area Cipali

Mengejutkan, bagaimana tempat peristirahatan tol Cipali masih belum siap digunakan: air toilet mati dan tak ada tempat sampah.

Berburu Empal Gentong

MJ Jadi Cover Buku Tulis

Carrefour, Cirebon. Kematian Michael Jackson mengilhami pengusaha percetakan untuk menjadikan potret bintang itu pada sampul buku tulis.

Berbecak di Cirebon

Selain berburu nasi jamblang, empal gentong, dan nasi lengko, Basil sempat merasai naik becak keliling kampung. Senang juga melihat dia kegirangan di atas becak dengan angin semilir kencang. Satu kegiatan seru lainnya adalah berenang. Bude Lie memilih kolam renang di daerah Brobos, entah bagian mana Cirebon. Sayang, Basil tak begitu enjoy. Padahal ketika berenang sebulan sebelumnya di Pulomas, dia terlihat gembira. Mungkin karena jaraknya terlalu lama hingga dia lupa kesenangannya.

Mandi Kubangan Wudlu Biar Bayi Bisa Cepat Berjalan

Liburan panjang setelah contreng pemilu, saya mengajak keluarga ke Cirebon, rumah keluarga istri. Ada sebuah kebiasaan di sebuah mesjid dekat rumah, untuk memandikan bayi menjelang usia berjalan, agar cepat bisa berjalan, pada kubangan tempat mengambil air wudlu. Kegiatan ini hanya dilakukan setiap menjelang sholat Jumat. Maka ketika bedug bertalu, ibu-ibu seibuk menyiram dan mencemplungkan bayi-bayinya ke kubangan tadi. Well, tak harus dipercaya betul khasiatnya. Namanya kebiasaan, ambil fun-nya saja dan anggap sebagai tradisi yang boleh dilestarikan.

Basil Berenang di Cirebon

Basil sudah besar, mulai takut sama air sebanyak itu. Makanya nangis melulu setiap kali dekat kolam.

Basil Naik Becak

Basil Berenang di Pulomas

Menjual TRUSMI

Kawasan Trusmi di Cirebon sudah dikenal lama sebagai kawasan penghasil batik. Beberapa kali saya mengunjungi toko-toko penjaja batik dan para perajinnya. Namun tiap kali ke sana, rasanya masih saja ada yang mengganjal. Sebuah tempat agar terkenal, banyak dikunjungi wisatawan, dan terus dikunjungi, memerlukan formula yang tepat. Tak sekedar memasarahkan pada kehendak pasar. Formula ini yang tak berhasil saya endus. Yang saya dapatkan seolah datang syukur tak datang terserah atau beli syukur tak beli terserah. Saya ingin jadi pemikir untuk merancang Trusmi agar lebih menjual di kemudian hari.

Desain Rumah Penduduk Khas Cirebon

Rumah-rumah tua penduduk di desa-desa Cirebon, memiliki struktur bangunan dan desain yang unik. Rata-rata berjendela kayu, bertiang, tanpa talang air, dan memiliki beranda selebar rumah.

Udara Laut Pertama Buat Basil

Embun Tak Menetes di Cirebon

Liburan panjang. Saat yang menggelisahkan buat semua orang penikmat jalan-jalan. Tak terkecuali saya. Jauh-jauh hari saya sudah mendata beragam kegiatan dimana saya boleh berada diantaranya. Hingga tawaran seorang sahabat untuk mengunjungi kampung halamannya: Cirebon! Saya belum pernah mengunjungi Cirebon. Meskipun tak berharap banyak akan melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, saya berusaha menikmati setiap inchi kota penghasil batik Trusmi itu. Jalan-jalan ini berkonsep 'liburan ke rumah nenek'. Iya, saya ingat ketika dulu kecil sering melakukan kegiatan libur sekolah berkunjung ke rumah kerabat berhari-hari.