Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Aceh

Warung Kopi di Aceh

Tergolong pedagang kaki lima, warung kopi di Aceh sangat khas. Jika di daerah lain seperti di Jakarta, kita menyebutnya warung tenda. Para pedagang tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan berkelompok. Menempati lapangan atau parkiran luas. Semakin banyak pedagangnya, akan semakin seru. Para pedagang berjajar mengelilingi lapangan atau sekedar berbaris saja, sementara tempat duduknya di atur rapi berbaris-baris. Konsumen akan menikmati hidangan dan kopi dengan duduk pada kursi plastik yang desainnya seragam berkaki pendek. Satu meja, dilengkapi empat buah kursi. Warung-warung model gerobak ini, biasanya buka pada malam hari dengan atau tanpa atap. Walau namanya warung kopi, namun mereka tak melulu menyediakan kopi khas Aceh, tapi juga makanan dan minuman lainnya. Sayang saya tidak mengkonsumsi kopi, maka tidak penasaran untuk merasai kopi yang katanya lezat itu. Jika udara cerah, duduk santai di bawah cahaya bintang dengan semilir angin malam, memang asoy untuk me...

Aceh Trip: Pengemis Perkasa

Beberapa pengemis di Aceh berbadan kekar dan berjalan gagah perkasa menuju pos-pos tertentu yang menjadi tujuan hariannya. Mereka belum perlu berpura-pura sebagai makhluk lemah yang harus dikasihani, maklumlah masih pagi dan belum ketemu 'klien'. Jika jam tugasnya sudah dimulai, mereka akan duduk lemas sambil merintih-rintih. Pada bagian telapak kaki, mereka membalutkan kain perban putih yang masih bersih. Nanti tinggal dibubuhi obat merah. Tidak ketinggalan, kaleng untuk mengumpulkan uang. Ah, namanya juga usaha.

Kampanye Anti Tetanus

Pada halaman pertama koran Serambi yang terbit di Aceh, sebuah kampanye untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan bahaya tetanus muncul di beberapa kali edisi. Melihat teks yang tercantum pada iklan layanan sosial ini, saya ragu program ini akan berjalan dengan lancar. Tidak tepat dan sangat tidak persuasif.

Aceh Trip: Berkibarlah Logo Lama Pertamina

Pertamina yang sudah mengeluarkan dana sekitar 3 milyar untuk berganti image dengan merubah logo, tak jua sampai ke Aceh perubahannya.

Aceh Trip: Mie Aceh

Ke Aceh tanpa melahap masakan khas Aceh? Rasanya rada sedikit kurang. Maka saya sempatkan makan mie Aceh di depan hotel. Kelas kaki lima tapi kayaknya pasti lebih nikmat dibandingkan dengan pesan masakan dari hotel di mana saya tinggal. Saya yakin, jika dalam keadaan normal, tak akan ada satu pun orang yang menginap di hotel Cakra Donya, tempat saya menginap. Kamar yang kotor dan bau, masakan yang disajikan pun sangat tidak layak.

Aceh Trip: Singa Terbang

Membayangkan 'raja hutan' menjadi 'raja angkasa'? Lupakan saja. Cita-cita luhur Lion Air ternyata tak mungkin bisa tercapai. Tetap bisa terbang dengan kondisi lumayan saja bisa dibilang mendingan untuk bisa bertahan di tengah iklim persaingan transportasi udara yang sangat ketat. Saya mesti ke Banda Aceh, bertemu orang-orang dari UNDP ALES dan KIP Provinsi Aceh. Jadual terbang yang mestinya jam 7.30 am, telat hingga nyaris jam 8 am. Itu belum seberapa dibandingkan dengan jadual terbang pulang ke Jakarta. Mestinya berangkat jam 6 pm molor hingga lebih dari jam 9pm. Tanpa pemberitahuan dan tanpa minta maaf. BAru kemudian ketika sejumlah penumpang mendesak pihak bandara mengumumkan, mereka angkat suara. Tetap juga tanpa permohonan maaf. Betul kesalahan bukan pada pihak bandara. Tapi sebagai bagian dari sistem, mestinya langkah ini perlu diambil. Pihak bandara beranggapan bahwa mereka pun tak mendapat pemberitahuan atas keterlambatan itu. Man, why don...

Aceh Trip: The Biggest Pilkada

Sehubungan dengan sebuah projek yang harus saya urus, saya kembali ke Aceh. Masih tentang Pilkada Aceh yang akan digelar 11 Desember mendatang. Pilkada Aceh ini dinilai acara demokrasi paling besar dibandingkan dengan acara serupa di provinsi-provinsi lain. Bayangkan, sebanyak 21 kabupaten/kota akan memilih gubernur, dan 19 kabupaten/kota memilih bupati/walikota secara serempak! Selasa kemarin, mestinya wilayah Aceh sudah harus bebas dari atribut kampanye. Namun di sejumlah titik, poster, billboard, umbul-umbul, spanduk, masih saja terpampang. Ada delapan pasang calon gubernur dan wakil yang lolos seleksi dan akan berlaga di ajang Pilkada. Satu pasang calon gubernur dan wakil adalah mantan anggota GAM. Pasangan lain, ada yang wakil gubernurnya juga mantan anggota GAM. Di kepala saya selama ini, anggota GAM itu terkesan para gerilyawan dekil berbadan kurus tak terurus. nyatanya, para anggota GAM itu well educated dan memiliki jabatan penting di tengah masyarakat...

Aceh Trip: Becak

Becak yang dikenal di Banda Aceh berbentuk sepeda motor yang menggandeng semacam gerobak yang telah dilengkapi roda. Becak ini bisa mengangkut orang dan bisa juga barang. Beberapa becak menggunakan pelindung.

Aceh Trip: Bohemian Rhapsody

Mereka bukan sepasang kekasih yang sedang kasmaran sehingga hujan panas sedia ditanggung bersama. Kelihatannya mereka pekerja dari sebuah projek. Pekerjaan sektor imformal menjadi sebuah pilihan bagi kaum urban untuk bisa survive.