Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Manila

Ayala Bridge

Berdiri kokoh di atas sungai Pasig. Dihiasai bendera-bendera kebangsaan dan kembang sepatu.

Fireworks in Progress

Menjelang malam pergantian tahun, pesta kota sudah mulai disiapkan. Sebuah ruas jalan di tengah pusat bisnis Makati diblokir untuk dipasangi kembang api ukuran besar-besar. Sayang, saya sudah harus berangkat ke Kuala Lumpur.

Pepsi in Jail

Sebuah poster iklan Pepsi di balik terali jendela rumah.

Greenbelt Park

Di SCBD Makati, sebuah bangunan taman, merangkap jembatan yang menghubungkan satu ma ll dengan bangunan lain, berisi cafe-cafe, pertokoan, dan gallery. Sangat ramai dikunjungi, baik sekedar lewat maupun sengaja untuk menikmati suasana di sana. Konsep yang menarik, sabuk hijau, penghubung yang hijau.

Inside Jeepney

Karena badannya lebar, dalamnya pun lega. Tidak seperti angkot di Indonesia yang karena sempitnya bisa adu dengkal antar penumpang. Sebagian jeeepney berjendela tapi tak berkaca. Angin sepoy-sepoy berasa langsung. Saya tak bisa membayangkan jika hujan tiba-tiba.

Basilica Ng Nazareno

Letaknya yang sangat strategis menjadikan gereja ini menjadi pusat religi yang ramai dikunjungi. Orang mau bekerja, orang mau ke pasar, masih sempat mampir. Apalagi menjelang tahun baru biasanya banyak prosesi keagamaan yang diselenggarakan di sana. Di depan gereja, selain para penjaja bunga dan lilin, juga banyak para peramal menawarkan jasa.

Malate in the Morning

Malate terasa sangat menggairahkan jika matahari hari sudah tinggi hingga tengah malam bahkan pagi. Hotel berbintang lima hingga penginapan kelas dorm. Restoran, pub, karaoke, panti pijat... Ini kawasan turis, juga kawasan para penduduk lokal bertemu agen tenaga kerja untuk tujuan luar negeri.

Good Morning, Pals!

Jika pagi tiba, satu per satu tamu guesthouse akan mengisi living room atau bahkan teras balkon. Ada yang buka internet, mengisi jurnal, membuat teh hangat atau kopi, memesan sarapan omelet dengan sosis babi, atau sekedar bermalas-malasan di tempat tidur. Sebagian tamu masih nyenyak tidur karena pesta hingga pagi. Sebagian check out pagi-pagi sekali. Beberapa memilih berkeliling untuk sightseeing. Suasana seperti inilah yang saya suka dari sebuah perjalanan ke negeri orang.

Intramuros: I've been here

Padahal, perjalanan akhir tahun lalu itu saya dedikasikan ke India. Saya sudah mendambakannya sejak dua tahun lalu. Namun ketika saatnya saya memilih, entah kenapa tiba-tiba Filipina yang jadi tujuan. Menyesalkah? Rasanya tidak juga. Saya belum pernah pergi ke Filipina. Entahlah. Sesuatu tiba-tiba menyeruak dalam dada saya. Sesuatu yang begitu kuat. Hari pertama di Manila, saya sempatkan ke Intramuros. Sebuah situs peninggalan bangsa Spanyol saat menduduki Filipina. Hampir semua bangunan aseli telah dihancurkan Jepang dan Amerika saat Perang Dunia Pertama. Beberapa bangunan didirikan ulang, terutama gereja. Satu perasaan aneh menyelinap. Seolah saya pernah tinggal di sana. Seolah saya mengenali tempat tersebut. Ya, kunjungan ini seperti ziarah. Mengok ke masa lalu yang dari kehidupan masa lalu saya. Well, saya anggaplah begitu. Mengunjungi sekali rasanya tak terlalu memuaskan. Maka keesokan harinya, saya pergi lagi ke Intramuros. Sepuas-puasnya saya di sana. Sepertinya saya mem...

Manila Trip: Mabuhay

Salah seorang sahabat saya bilang, Manila seperti Jakarta saja. Seorang sahabat lain bilang, Manila seperti Bekasi. Oh, Lord. Saya berdoa semoga mereka salah semua.Tapi kemacetan di dalam kota betul-betul saya nyaris percaya.