Terbengong-bengong ketika menyadari kalau hostel yang saya booking di Philadelpia ternyata sangat terisolir, di antara hutan, jauh dari keramaian kota. Sopir taksi yang mengantar saya meyakinkan bahwa inilah hostel yang saya maksud.
Bukan karena banyak uang hingga saya minta bantuan sopir taksi untuk mengantar saya ke hostel. Namun karena saya tiba di Philly sudah jam 9 malam, sudah tak ada lagi sinar matahari yang tersisa. Dalam kegelapan, harus cari bis, cari tempat berhentinya, cari hostelnya... Saya berpikir praktis saja.
Ini bukan hostel biasa. Ini mansion, dengan perabotan antik dan aroma ningrat abad lampau. Bagus. Tapi kalau mengingat jaraknya, saya pikir, orang-orang mau tinggal di sini karena mereka sudah tidak mendapatkan kamar di tempat lain.
Comments