
Walaupun bukan yang paling penting, namun bergaul dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang sama adalah penting. Jika kau merasa bodoh, bergaullah dengan kelompok orang bodoh. Jika kau miskin, bergaulah dengan kelompok orang miskin. Jika kau tidak setia pada pasangan, bergaulah dengan kelompok orang yang tidak setia pada pasangan.
Jika kau memiliki kekayaan berlimpah dibandingkann orang-orang dalam kelompokmu, sementara kau ingin bergaul dengan orang-orang yang untuk hidup saja pas-pasan, maka turunkan standarmu. Kau tak bisa mengajak teman-temanmu fine dine setiap kali makan malam, bukan? Terang saja teman-temanmu akan malu untuk sekedar bilang tak punya uang, ia akan merogoh uang sama banyaknya denganmu untuk membayar makan malamnya. Buatmu, uang sebanyak itu hanya recehan. Tapi buat teman-temanmu, itu sewa kamar bulan depan!
Kau orang yang mengagungkan kesetiaan sementara kau ingin bergaul dengan orang-orang berselingkuh, maka turunkan standar moralmu supaya bisa memahami dan mengerti mengapa orang-orang itu berselingkuh tanpa kau harus setuju dengan cara-cara hidup yang dijalani orang-orang itu. Jika kau merasa mereka najis, jauhi saja. Tanpa harus melukai. Jangan kau seolah simpati, namun dibelakang kau mencibir.
Jika kau pintar, sementara kau ingin bergaul dengan orang-orang yang tidak pintar, turunkan standarmu. Kau tak bisa sepanjang pertemuan mendominasi percakapan hingga orang-orang berkesimpulan bahwa dengan keahlian bicara mestinya kau mendapatkan kehidupan yang lebih layak dari apa yang kau miliki sekarang.
Kau seorang homoseks ingin bergaul dengan orang-orang heteroseks, maka simpan homoseksualitasmu. Karena di saat kau sedang bersama mereka, orang-orang hetero itu, akan jijik mendengar cerita cinta sejenismu. Jika pun mereka seolah tertarik mendengarkan, mereka hanya ingin mendapatkan informasi tentang kau hingga mereka mendapatkan bahan menarik untuk mereka bicarakan selagi kau tidak ada. Mereka akan berpikir kau makhluk termalang yang pernah dilahirkan. Sambil kemudian melihat diri sendiri, betapa beruntung dirinya walaupun usia menjelang senja belum berumah tangga namun terlahir sebagai heteroseks.
Kau memiliki jabatan tinggi di kantormu, ingin bergaul dengan teman-teman yang jabatannya biasa saja. Maka kau harus turunkan standarmu. Teman-temanmu bukan anak buahmu. Mereka tak bisa kau perlakukan semena-mena.
Kau cantik, sementara teman-temanmu buruk rupa. Maka kau harus turunkan standarmu. Kau tak bisa bicarakan harga kosmetikmu yang berdigit-digit sementara teman-temanmu lebih mementingkan inner beauty.
Maka bicaralah dengan bahasa yang sama. Supaya jurang perbedaan tak lebar meregang. Jika perbedaan itu diperlukan ada, dewasalah.
Comments