lalu aku mabuk/ku dimabuk
padamu yang terbenam dalam dalam ruam hatiku
mengakar dalam ke jantung kemana darah dialirkan
selalu melulu kau banduli pikirku rasaku
siangku malamku sadarku tidurku
kau memabukkan/kau membuat mabuk
kau terbingkai pada setiap lahan pada setiap belahan
pada detik yang mendetak pada harapan yang menderak
aku sadari lalu/lalu aku kecewa
cintaku tak menjejak dalam dalam ruam hatimu
cintaku menepuk ruang kosong hingga tak bertepuk
kalor yang kuhempas tak menghentak sama
genderang yang kutabuh tak benderang sama
bendera yang kukibar tak menderap sama
amboi patah hatiku karenanya
amboi binasa cintaku jadinya
amboi nelangsa hidupku rupanya
kuharap waktu segera berganti segera
supaya luka tak terus menganga
supaya kehilangan menemukan padatnya segera
hingga aku melanglang segera
lalu kubiarkan kau pergi hingga lamat-lamat jarak melumat
sesak tak lagi mendesak bayangmu tak lagi wasiat
padamu yang terbenam dalam dalam ruam hatiku
mengakar dalam ke jantung kemana darah dialirkan
selalu melulu kau banduli pikirku rasaku
siangku malamku sadarku tidurku
kau memabukkan/kau membuat mabuk
kau terbingkai pada setiap lahan pada setiap belahan
pada detik yang mendetak pada harapan yang menderak
aku sadari lalu/lalu aku kecewa
cintaku tak menjejak dalam dalam ruam hatimu
cintaku menepuk ruang kosong hingga tak bertepuk
kalor yang kuhempas tak menghentak sama
genderang yang kutabuh tak benderang sama
bendera yang kukibar tak menderap sama
amboi patah hatiku karenanya
amboi binasa cintaku jadinya
amboi nelangsa hidupku rupanya
kuharap waktu segera berganti segera
supaya luka tak terus menganga
supaya kehilangan menemukan padatnya segera
hingga aku melanglang segera
lalu kubiarkan kau pergi hingga lamat-lamat jarak melumat
sesak tak lagi mendesak bayangmu tak lagi wasiat
Comments