Skip to main content

D Bijis




Jika Anda belum bisa membedakan fungsi dan efek dari wide lens, tele, dan bahkan lensa normal, sebaiknya lupakan untuk sementara keinginan membuat film layar lebar.

Jika Anda belum bisa mengatur tata cahaya dengan baik, belum bisa membedakan mana cahaya yang pas untuk suasana pagi, sore, atau bahkan malam, maka sebaiknya bikin saja sinetron. Karena penonton sinetron tentu akan lebih mudah dikelabui.

Jika Anda belum tahu bahwa semakin mahal harga wig akan semakin baik kualitasnya, sebaiknya konsultasi dulu ke salon langganan sahabat perempuan Anda. Karena harga memang bicara. Mungkin Anda terbiasa dengan penampilan KD, angkatlah topi untuk dia.

Tapi akhirnya saya memang perlu maklum, bahwa saya sedang membicarakan film negeri sendiri. Ah, inilah yang selalu membuat saya malas menonton karya teman-teman saya itu. Telalu memaksakan diri, padahalah ilmunya belum mereka kuasai.

Untung saja ada tokoh banci yang lumayan mengundang gelak. Jika tidak, mending bobo saja dirumah.


Comments

Popular posts from this blog

Billboard Udud

Pemprov DKI serius untuk menelikung para perokok aktif. Setelah mengeluarkan larangan merokok di beberapa kawasan, disusul dengan larangan beriklan bagi produsen rokok di jalan-jalan protokol. Mestinya, mulai Maret lalu, billboard iklan rokok yang semarak di sepanjang Sudirman, Gatot Subroto, dll itu tak sudah tak boleh lagi terpasang. Namun, pengecualian bagi pemasang iklan yang masa tayangnya belum habis, ditunggu hingga akhir masa kontrak. Sesederhana itukah? Seperti bisa ditebak, larangan-larangan apa pun yang diberlakukan pasti selalu diikuti sebuah koalisi kolusi. Tak ada hukuman bagi pengiklan iklan yang masih memasang billboardnya di sana walaupun tenggang waktu sudah terlewat. Yang terjadi adalah, adanya perpanjangan kontrak sebelum tenggang waktu itu habis. Sehingga iklan-iklan rokok itu akan terus terpasang selama masa kontrak yang diperpanjang. Jika perlu, kontrak untuk jangka waktu hingga masa kepemimpinan Sutiyoso berakhir. Sambil berharap, pemerintah provinsi yang baru a...

Bertemu Yesus

Sambil menunggu tukang yang akan bekerja di rumah, saya terlelap. Dua orang perempuan yang wajahnya sangat saya ingat mengetuk pintu. Mereka memperkenalkan diri sebagai murid-murid kajian Al Kitab dari sekte Saksi Yehua. Sejujurnya, nama itu baru saya dengar. Mungkin karena saya berada di luar komunitas kristiani, makanya tak terlalu perhatian pada hal demikian. Dua orang tukang datang dan dengan berisiknya bekerja. Saya tetap menerima dua tamu yang katanya mau mengabarkan berita gembira kepada siapapun. Ah, namanya tamu, tentu saya akan menerimanya dengan senang hati. Saya tak ingin berburuk sangka dengan apa yang mereka lakukan. Kristenisasi? Injilisasi? Saya tak mau apriori. Saat ini saya merasa telah menemukan kembali iman saya setelah bertahun-tahun menyublim. Lama saya telah bertualang dari satu keyakinan ke keyakinan lainnya. Jadi meskipun saya mendengar satu dua ayat tentang apapun dari pengabar manapun, insyaallah, tak akan menggoyahkan iman. Mulailah dua perempuan itu berceri...

Now Banderas

What do you expect when the media keep broadcasting peope failing to stay healthy?