Skip to main content

Di Balik Dukamu: Sesuatu Sedang Bekerja Tanpa Kamu Sadari

Karena menolak sebuah promosi dari atasan, sahabat saya dihukum dengan harus menjalani mutasi ke sebuah kota nun jauh di mato. Setiap saat sahabat saya ini bilang tak betah dan ingin kembali ke Jakarta meskipun harus keluar dari pekerjaannya. Namun, setahun lewat dan sahabat saya masih tertahan di 'pengasingan'.


Akhirnya pada suatu pagi, saya mengirimkan pesan: Sesuatu sedang bekerja tanpa kamu tahu. Sebuah konspirasi mahabesar yang dikendalikan oleh Tuhan sedang tercipta menunggu waktu yang tepat untuk merubah hidup kamu selamanya. Bersabarlah. Bermunajatlah.


Perasaan kita sering kacau ketika sesuatu yang tak kita harapkan terjadi. Hal yang boleh saya uangkapkan adalah, berpikirlah multidimensi. Tak sekedar perlu menerima kenyataan, namun perlu juga bertanya: Tuhan, tunjukkan jawaban. Apa rencana-Mu atas hidupku?


Lalu berbaik sangkalah.

Comments

Popular posts from this blog

Billboard Udud

Pemprov DKI serius untuk menelikung para perokok aktif. Setelah mengeluarkan larangan merokok di beberapa kawasan, disusul dengan larangan beriklan bagi produsen rokok di jalan-jalan protokol. Mestinya, mulai Maret lalu, billboard iklan rokok yang semarak di sepanjang Sudirman, Gatot Subroto, dll itu tak sudah tak boleh lagi terpasang. Namun, pengecualian bagi pemasang iklan yang masa tayangnya belum habis, ditunggu hingga akhir masa kontrak. Sesederhana itukah? Seperti bisa ditebak, larangan-larangan apa pun yang diberlakukan pasti selalu diikuti sebuah koalisi kolusi. Tak ada hukuman bagi pengiklan iklan yang masih memasang billboardnya di sana walaupun tenggang waktu sudah terlewat. Yang terjadi adalah, adanya perpanjangan kontrak sebelum tenggang waktu itu habis. Sehingga iklan-iklan rokok itu akan terus terpasang selama masa kontrak yang diperpanjang. Jika perlu, kontrak untuk jangka waktu hingga masa kepemimpinan Sutiyoso berakhir. Sambil berharap, pemerintah provinsi yang baru a...

Bertemu Yesus

Sambil menunggu tukang yang akan bekerja di rumah, saya terlelap. Dua orang perempuan yang wajahnya sangat saya ingat mengetuk pintu. Mereka memperkenalkan diri sebagai murid-murid kajian Al Kitab dari sekte Saksi Yehua. Sejujurnya, nama itu baru saya dengar. Mungkin karena saya berada di luar komunitas kristiani, makanya tak terlalu perhatian pada hal demikian. Dua orang tukang datang dan dengan berisiknya bekerja. Saya tetap menerima dua tamu yang katanya mau mengabarkan berita gembira kepada siapapun. Ah, namanya tamu, tentu saya akan menerimanya dengan senang hati. Saya tak ingin berburuk sangka dengan apa yang mereka lakukan. Kristenisasi? Injilisasi? Saya tak mau apriori. Saat ini saya merasa telah menemukan kembali iman saya setelah bertahun-tahun menyublim. Lama saya telah bertualang dari satu keyakinan ke keyakinan lainnya. Jadi meskipun saya mendengar satu dua ayat tentang apapun dari pengabar manapun, insyaallah, tak akan menggoyahkan iman. Mulailah dua perempuan itu berceri...

Now Banderas

What do you expect when the media keep broadcasting peope failing to stay healthy?