Skip to main content

Kita Tak Akan Membujang Seumur Hidup Kita, Bukan?

Melajang itu asyik. Siapa pun akan setuju, melajang itu sejuta indahnya. Tentu saja bagi yang tahu bagamana cara mengisi dan menikmatinya. Lalu sebuah pertanyaan buat saya sendiri sebetulnya. Kesadaran itu menyeruak tiba-tiba. Yes, saya perlu segera berkeluarga. Apapun resikonya.
Andai keinginan menikah waktu itu tak dibarengi niat dan tak diikuti oleh tindakan, mungkin saya ini saya masih melajang. Bebas terbang kemana saja saya mau, lepas merdeka sesuka hati. Tak akan ada sesuatu pun yang dapat menghalangi. Mau apa, mau kemana.

Ketika saya begitu percaya akan kekuatan doa, maka hanya itu jalan yang saya ambil: berdoa. Saya ingin menikah. Saya tak mau setiap bertambahnya umur saya, saya masih terus saja sendiri. Ingin rasanya ketika bangun tidur ada seseirang yang saya cintai rebah di samping saya. Ingin rasanya badan kekar saya digelayuti makhluk-makhluk mungil yang adalah darah daging saya.

Waktu berjalan. Satu-satu kejadian yang saya sertakan dalam doa terbentuk: happy birthday, Usep Suhud!

Comments

Popular posts from this blog

Billboard Udud

Pemprov DKI serius untuk menelikung para perokok aktif. Setelah mengeluarkan larangan merokok di beberapa kawasan, disusul dengan larangan beriklan bagi produsen rokok di jalan-jalan protokol. Mestinya, mulai Maret lalu, billboard iklan rokok yang semarak di sepanjang Sudirman, Gatot Subroto, dll itu tak sudah tak boleh lagi terpasang. Namun, pengecualian bagi pemasang iklan yang masa tayangnya belum habis, ditunggu hingga akhir masa kontrak. Sesederhana itukah? Seperti bisa ditebak, larangan-larangan apa pun yang diberlakukan pasti selalu diikuti sebuah koalisi kolusi. Tak ada hukuman bagi pengiklan iklan yang masih memasang billboardnya di sana walaupun tenggang waktu sudah terlewat. Yang terjadi adalah, adanya perpanjangan kontrak sebelum tenggang waktu itu habis. Sehingga iklan-iklan rokok itu akan terus terpasang selama masa kontrak yang diperpanjang. Jika perlu, kontrak untuk jangka waktu hingga masa kepemimpinan Sutiyoso berakhir. Sambil berharap, pemerintah provinsi yang baru a...

Bertemu Yesus

Sambil menunggu tukang yang akan bekerja di rumah, saya terlelap. Dua orang perempuan yang wajahnya sangat saya ingat mengetuk pintu. Mereka memperkenalkan diri sebagai murid-murid kajian Al Kitab dari sekte Saksi Yehua. Sejujurnya, nama itu baru saya dengar. Mungkin karena saya berada di luar komunitas kristiani, makanya tak terlalu perhatian pada hal demikian. Dua orang tukang datang dan dengan berisiknya bekerja. Saya tetap menerima dua tamu yang katanya mau mengabarkan berita gembira kepada siapapun. Ah, namanya tamu, tentu saya akan menerimanya dengan senang hati. Saya tak ingin berburuk sangka dengan apa yang mereka lakukan. Kristenisasi? Injilisasi? Saya tak mau apriori. Saat ini saya merasa telah menemukan kembali iman saya setelah bertahun-tahun menyublim. Lama saya telah bertualang dari satu keyakinan ke keyakinan lainnya. Jadi meskipun saya mendengar satu dua ayat tentang apapun dari pengabar manapun, insyaallah, tak akan menggoyahkan iman. Mulailah dua perempuan itu berceri...

Now Banderas

What do you expect when the media keep broadcasting peope failing to stay healthy?