Skip to main content

Ingin Kembali Mengalir, Seperti Angin


Saya pernah hidup penuh dengan cita-cita, penuh dengan target. Dampaknya, saya merasa dinamisme hidup luar biasa menggairahkan, penuh kompetisi. Lalu, sebuah haluan baru saya masuki. Hidup dengan bermeditasi, mengalir seperti angin. Hidup berasa tentram dan sejuk.

Saya mungkin sengaja membuat target-target lagi. Saya seolah kembali ke masa lalu, masa penuh dengan nafsu ambisi meraih banyak hal. Ah, padahal saya sudah tahu ujungnya hanya akan seperti apa. Saya telah terperangkap dalam proposal hidup yang menurut orang lain menarik dan perlu. Padahal belum tentu cocok dengan pandangan hidup saya saat ini.

Saat ini, saya hanya ingin mengabdi. Saya tak mau silau dengan iming-iming mau jadi ini itu. Saya hanya ingin bekerja, mengabdi, menjalani apa yang seharusnya dijalani. Saya ingin kembali mengalir, seperti angin.

Hidup dengan proposal hanya cocok untuk orang lain. Bukan untuk saya.

Belakangan saya menyadari, begitu spirit meraih prestasi setinggi-tingginya saya kibarkan, aura persaingan mengudara, memancing gesekan dengan aura milik orang lain. Terjadilah gesekan antar energi. Memilukan. Padahal hal demikian ingin sekali saya hindari. Namun sempat juga terjadi. Well, setidaknya saya tahu siapa saja yang punya ambisi setinggi langit di lingkungan saya.




Comments

Popular posts from this blog

Out of The Box

Saya sedang tidak berminat berpaguyuban. Saya ingin banyak meluangkan waktu sendiri. Melakukan banyak hal yang berbeda dari biasanya, menemukan komunitas baru, dan lain sebagainya. Pelan-pelan saya melepaskan ketergantungan dari riuhnya pertemanan yang hiruk pikuk: bergerombol di cafe, bergerombol di club, bergerombol di bioskop. Waktu seperti menguap tanpa kualitas. Belakangan, saya jadi punya banyak waktu untuk mengecilkan lingkar perut, banyak waktu untuk membaca buku, membiarkan diri saya melebur dengan komunitas dan teman-teman baru, dan yang lebih penting, saya bisa punya waktu untuk mengamati diri saya. Sekedar merubah pola.

Forum Rektor se-Asia

Saya dan sahabat-sahabat dari Fakultas Ekonomi UNJ, sedang jumpalitan menyelenggarakan forum rektor se-Asia. Nama acaranya "Asian University Presidents Forum 2009". Persiapan sudah sejak setahun lalu. Perjuangan yang merepotkan karena harus berbagi waktu, tenaga, dan pikiran untuk pekerjaan-pekerjaan lain yang juga menuntuk konsentrasi. AUPF ini berlangsung dari 18 tanggal hingga 21 Oktober. Event ini diadakan di hotel Borobudur. Namun tak sekedar di hotel ini saja kegiatan berlangsung karena kami juga memilih beberapa lokasi lain untuk bermacam kegiatan seperti Town Hall gubernuran, Gedung Arsip, Cafe Batavia, Segarra Ancol, Museum Sejarah, dan Istana Bogor. Untuk event ini, saya mengambil peran sebagai External Relations. Itu job utamanya, tapi ketika waktunya tiba, apa saja dikerjakan untuk membantu bagian-bagian lain yang keteteran. Bekerja dengan orang-orang yang belum pernah bekerja dan orang-orang yang pernah bekerja dengan latar belakang motivasi yang beragam, lumaya

Super Deal 2 Milyar, Super Rekayasa?

ANTV bersimbiosis dengan STAR TV. Secara revolusioner statsiun TV ini melakukan pembenahan. Maka program-program unggulan diluncurkan. Berminat dengan kemilau dan bakat Farhan, mereka berani mengontrak secara ekslusif lelaki asal Bandung yang sebelumnya tumbuh subur di lading kreatif Trans TV, dengan nilai rupiah yang menjuntai. Namun program talk show yang dikomandani Farhan setiap malam itu hingga kini belum bisa dikatakan sukses. Lalu, muncullah acara kuis Super Deal yang mempesona jutaan pemirsa karena nilai hadiahnya yang mencapai 2 milyar Rupiah. Siapa yang tak ingin ketiban rejeki sebanyak itu? Kali ini, Nico Siahaan yang berkesempatan membawakan acara. Untuk meningkatkan awareness public terhadap acara kuis Super Deal, baliho besar-besar dipasang nyaris di setiap perempatan jalan Jakarta, entah kalau di luar kota. Lalu secara mengejutkan, sepasukan guru yang menjadi peserta kuis tiba-tiba tampil dan berhasil mendapatkan uang senilai dua milyar! Fantastis