Skip to main content

Orientation Days



Mulai semester pertama tahun 2010, saya tidak lagi kuliah di kampus Mount Lawley, tapi pindah ke kampus Joondalup. Mulai Februari ini beragam orientasi digelar untuk semua tingkat, bachelor hingga post graduate. Rabu, 16/02/10, ada acara khusus untuk menyambut mahasiswa baru. Begini rasanya kuliah di luar negeri. Saya jadi teringat serial tv Beverly Hills 19210 di tahun 90-an.

Ternyata mengurus pendaftaran kuliah ribet juga. Tak bisa sekali datang terus semuanya beres. Apalagi saya tersangkut berbagai macam urusan yang menurut saya bukan kesalahan yang saya buat dengan sengaja. Misalnya, ada satu buku yang saya pinjam di perpustakaan yang sebetulnya sudah saya kembalikan Januari lalu tapi ternyata tak tercatat dalam daftar buku yang sudah dikembalikan. Gara-gara ini saya diharuskan membuat sebuah surat pernyataan yang tembusannya ke kantor polisi dan pengadilan segala. Hal lain, misalnya, seharusnya saya membayar biaya kursus di muka yang sebetulnya memang akan saya bayar. Namun karena menurut resepsionis saya tak perlu bayar, ya... buat apa apa bayar? Ternyata ini menjadi sumber masalah di kemudian hari. Begitu kursus selesai, saya tak bisa mengambil sertifikat yang mana dibutuhkan untuk pendaftaran untuk masuk semester baru.

Seharusnya, pihak marketing telah jauh-jauh hari mengantisipasi dan memproses surat-surat yang saya butuhkan untuk pendaftaran. Well, setelah bolak-balik ke sana ke mari, alhamdulillah akhirnya semuanya beres. Saya sudah bisa mulai beraktifitas sebagai mahasiswa baru di Edith Cowan University. Yeah, tidak semuanya beres juga ternyata. Urusan perpustakaan belum selesai meskipun saya sudah membuat surat pernyataan.

Comments

Popular posts from this blog

Billboard Udud

Pemprov DKI serius untuk menelikung para perokok aktif. Setelah mengeluarkan larangan merokok di beberapa kawasan, disusul dengan larangan beriklan bagi produsen rokok di jalan-jalan protokol. Mestinya, mulai Maret lalu, billboard iklan rokok yang semarak di sepanjang Sudirman, Gatot Subroto, dll itu tak sudah tak boleh lagi terpasang. Namun, pengecualian bagi pemasang iklan yang masa tayangnya belum habis, ditunggu hingga akhir masa kontrak. Sesederhana itukah? Seperti bisa ditebak, larangan-larangan apa pun yang diberlakukan pasti selalu diikuti sebuah koalisi kolusi. Tak ada hukuman bagi pengiklan iklan yang masih memasang billboardnya di sana walaupun tenggang waktu sudah terlewat. Yang terjadi adalah, adanya perpanjangan kontrak sebelum tenggang waktu itu habis. Sehingga iklan-iklan rokok itu akan terus terpasang selama masa kontrak yang diperpanjang. Jika perlu, kontrak untuk jangka waktu hingga masa kepemimpinan Sutiyoso berakhir. Sambil berharap, pemerintah provinsi yang baru a...

Payudara di Televisi Kita

Stasiun televisi kita, makin sering menampilkan program tv dengan bumbu payudara. Mungkin untuk menarik minat penonton. Semakin banyak penonton yang menyaksikan tayangan-tayangan mereka, rating acara akan membumbung, dan pengiklan datang. Namanya kompetisi, ya, bo. Tengok saja panggung dangdut, panggung penari, peragaan busana, hingga seserahan sambutan pun tak luput dari sajian payudara. Beberapa siaran langsung, lainnya siaran tunda. Katakan, 'munculnya' payudara di acara tersebut adalah sebuah insiden. Sangat maklum jika kejadian tersebut terjadi pada siaran langsung. Namun jika tayangan itu bukan langsung dan masih juga kecolongan? Please, deh. Jika peristiwa-peristiwa itu memang tak dikehendaki bersama, demi amannya, apa sebaiknya pihak stasiun membuat rambu-rambu khusus perihal busana seperti apa saja yang boleh digunakan oleh siapapun yang akan disorot kamera? Tentunya tanpa harus memasung demokrasi berekpresi.

Kuatir Kolesterol

Gara-gara makan daging giling yg saya buat camilan untuk dinner, tahu-tahu saya berasa pening. Leher bagian belakang cenut-cenut. Saya minum, lalu berhenti sebentar. Agak mendingan. Untuk memastikan itu disebabkan karena saya makan daging, saya kembali santap makanan ringan yang saya buat itu. Lagi, pening dan cenut-cenut. Langsung saya stop. Jangan-jangan kolesterol? Saya langsung mencari informasi apabila seseorang memiliki kolesterol tinggi. Kuatir dampaknya: stroke dan jantung. Menurut artikel yang saya baca, gejala yang saya alami menunjukkan tanda-tanda kelebihan kolesterol. Ngek ngok. Meskipun saya sudah sangat hati-hati menjaga makanan. Apalagi, saya sangat kurang berolah raga. Pekerjaan saya jalan kaki dari pagi sampai sore tiga hari seminggu, tapi apa itu cukup?  Saya harus mulai memperhatikan makanan yang saya santap supaya kesehatan saya tetap prima secara usia sudah tak lagi muda. Iya kalo pendek umur, bagaimana jika panjang umur tapi sakit-sakitan?