Skip to main content

Maria Hardy & Marlia Hardi


Marlia Hardi yang pernah dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah artis senior yang sudah banyak membintangi layar lebar dan serial televisi. Ia mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di kusen pintu. Saya ingat betul cerita itu karena mengikuti terus perkembangan beritanya dari majalah Tempo di tahun 80-an.

Sekian puluh tahun kemudian, pada suatu tengah malam di bulan April 2010, pada saluran 1 ABC Australia, saya menyaksikan seorang artis legendaris Australia bernama Maria Hardy, juga mati bunuh diri. Ini bukan breaking news. Tayangan yang saya lihat berupa film documentary tentang artis itu yang dibuat oleh ABC.

Nama mereka mirip, akhir hidupnya juga serupa. Jangan-jangan ada suatu hubungan antara keduanya? Susah juga ternyata mencari pertaliannya. Yang satu di Australia, yang satu di Indonesia. Jika yang mati duluan Marlia Hardi, mungkin saya bisa berasumsi kalau dia terinspirasi oleh Maria Hardy. Ternyata, Maria Hardy bunuh diri tanggal 7 Januri 1985, sementara 18 Juni 1984. Atau bisa jadi artis Australia itu yang mengikuti jejak Marlia Hardi?

Comments

Popular posts from this blog

Billboard Udud

Pemprov DKI serius untuk menelikung para perokok aktif. Setelah mengeluarkan larangan merokok di beberapa kawasan, disusul dengan larangan beriklan bagi produsen rokok di jalan-jalan protokol. Mestinya, mulai Maret lalu, billboard iklan rokok yang semarak di sepanjang Sudirman, Gatot Subroto, dll itu tak sudah tak boleh lagi terpasang. Namun, pengecualian bagi pemasang iklan yang masa tayangnya belum habis, ditunggu hingga akhir masa kontrak. Sesederhana itukah? Seperti bisa ditebak, larangan-larangan apa pun yang diberlakukan pasti selalu diikuti sebuah koalisi kolusi. Tak ada hukuman bagi pengiklan iklan yang masih memasang billboardnya di sana walaupun tenggang waktu sudah terlewat. Yang terjadi adalah, adanya perpanjangan kontrak sebelum tenggang waktu itu habis. Sehingga iklan-iklan rokok itu akan terus terpasang selama masa kontrak yang diperpanjang. Jika perlu, kontrak untuk jangka waktu hingga masa kepemimpinan Sutiyoso berakhir. Sambil berharap, pemerintah provinsi yang baru a...

Bertemu Yesus

Sambil menunggu tukang yang akan bekerja di rumah, saya terlelap. Dua orang perempuan yang wajahnya sangat saya ingat mengetuk pintu. Mereka memperkenalkan diri sebagai murid-murid kajian Al Kitab dari sekte Saksi Yehua. Sejujurnya, nama itu baru saya dengar. Mungkin karena saya berada di luar komunitas kristiani, makanya tak terlalu perhatian pada hal demikian. Dua orang tukang datang dan dengan berisiknya bekerja. Saya tetap menerima dua tamu yang katanya mau mengabarkan berita gembira kepada siapapun. Ah, namanya tamu, tentu saya akan menerimanya dengan senang hati. Saya tak ingin berburuk sangka dengan apa yang mereka lakukan. Kristenisasi? Injilisasi? Saya tak mau apriori. Saat ini saya merasa telah menemukan kembali iman saya setelah bertahun-tahun menyublim. Lama saya telah bertualang dari satu keyakinan ke keyakinan lainnya. Jadi meskipun saya mendengar satu dua ayat tentang apapun dari pengabar manapun, insyaallah, tak akan menggoyahkan iman. Mulailah dua perempuan itu berceri...

Now Banderas

What do you expect when the media keep broadcasting peope failing to stay healthy?