Setelah menunggu hampir tiga jam, penerbangan antara Abu Dhabi dan Manchester berlanjut. Ketika semua penumpang tampak lancar melewati petugas pemeriksa boarding pass dan passport, tidak dengan saya. Pria berbadan tinggi besar itu bolak-balik melihat passport dan boarding pass. Dia juga minta dokumen lain entah untuk apa. Sekejap saya merasa terintimidasi. Tapi, tentu saja tak mau mengganggu mood traveling saya dengan urusan remeh temeh seperti ini. Orang itu pasti punya alasan berbuat bertele-tele seperti itu. "You look different" katanya beralasan. Saya maklum. Foto di passport dibuat ketika rambut saya pendek. Itu dua tahun lalu. Seorang Ibu dengan kursi roda tersenyum bersimpati.
Ibu itu, begitu pesawat mendarat di Manchester, sempat bicara banyak dengan saya. Dia tinggal di Bristol dan pernah dua kali ke New York. "I love New York". Katanya berkali-kali.
| Kampanye hemat listrik di bandara Abu Dhabi |
Comments