Lagi-lagi harus meninggalkan Basil. Ketika saya pamit di bandara, anak kecil itu hanya melongo. Tak tega rasanya. Namun pesawat sudah menunggu dan saya siap terbang.
Etihad Airline, rencananya akan menerbangkan saya dari Jakarta ke Abu Dhabi, lalu ke Manchester. Dari Manchester ke New York. Saya melihat hampir seluruh penumpang adalah tenaga kerja asal Indonesia yang hendak bekerja di negara-negara Arab. Mereka pilih Etihad karena jika dibandingkan dengan Emirate atau Qatar Airline, Etihad lebih murah.
Dengan sederet film-film baru dan lama yang bisa saya tonton, penerbangan enam jam itu tak berasa membosankan hingga tiba di bandara Abu Dhabi. Ada satu pemandangan yang menakjubkan yang saya saksikan begitu tiba dan hendak dipilah mana penumpang yang mau masuk ke Abu Dhabi dan melanjutkan ke penerbangan berikutnya. Petugas-petugas bandara bertampang India fasih berbahasa Indonesia memberikan instruksi ke setiap penumpang yang rata-rata TKI itu. Bahkan rombongan jemaah yang mau umrah pun terbantu dengan komunikasi ini.


Comments