Antrian pintu keluar imigrasi bandara JFK sangat panjang. Setelah menjemput dua kartu formulir yang saya kira diperlukan, saya ikut mengekor. Seorang bapak berperawakan kurus tinggi tak henti-hentinya mengumpat dengan kata-kata kasar tentang antrian yang super duper panjang itu. Namun tak ada yang perduli karena semua orang sibuk dengan urusan masing-masing.
Begitu tiba giliran saya di depan petugas, ternyata ada satu formulir lain yang justeru dibutuhkan tapi tak saya ambil. Malah formulir yang tidak saya perlukan saya ambil. Petugas itu membiarkan saya melengkapi data pada formulir baru.
Hanya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti, tujuan dan berapa lama tinggal, lalu sidik jari dan pengambilan foto, urusan imigrasi selesai. Cerita-cerita yang pernah saya dengar tentang repotnya urusan di imigrasi Amerika, sama sekali tak terjadi. Syukurlah.
Setelah mengambil tas yang masuk bagasi, tinggal giliran mencari transport ke Grand Central Station, sesuai petunjuk dari petugas hostel untuk mengarah ke sana. Dengan membayar $15 dolar, saya mendapat tiket bis ke Grand Central.
Manhattan! I'm coming...
 |
| Poster NYC pada shelter bis di sekitar bandara |
 |
| Menunggu bis: Kathmandu dan Jeep back pack |
 |
| Matahari NY sore hari |
 |
| Sebelum memasuki Manhattan Island |
Comments