Ada pesta kostum di sekolah Basil. Dan saya sungguh tak mengingatnya sama sekali. Murid-murid diminta untuk menyiapkan kostum-kostum yang boleh mereka pilih dari karakter film. Semua murid dan guru tampil seru. Kecuali Basil. Ah, berdosa rasanya. Yeah, ada parade dan acara mendongeng. Namun, saya punya alasan juga ke sejumlah orangtua murid yang melirik anak saya dengan pandangan heran. Saya bilang saja jujur: lupa, sibuk di rumah sakit mengurusi istri saya lahiran.
Pemprov DKI serius untuk menelikung para perokok aktif. Setelah mengeluarkan larangan merokok di beberapa kawasan, disusul dengan larangan beriklan bagi produsen rokok di jalan-jalan protokol. Mestinya, mulai Maret lalu, billboard iklan rokok yang semarak di sepanjang Sudirman, Gatot Subroto, dll itu tak sudah tak boleh lagi terpasang. Namun, pengecualian bagi pemasang iklan yang masa tayangnya belum habis, ditunggu hingga akhir masa kontrak. Sesederhana itukah? Seperti bisa ditebak, larangan-larangan apa pun yang diberlakukan pasti selalu diikuti sebuah koalisi kolusi. Tak ada hukuman bagi pengiklan iklan yang masih memasang billboardnya di sana walaupun tenggang waktu sudah terlewat. Yang terjadi adalah, adanya perpanjangan kontrak sebelum tenggang waktu itu habis. Sehingga iklan-iklan rokok itu akan terus terpasang selama masa kontrak yang diperpanjang. Jika perlu, kontrak untuk jangka waktu hingga masa kepemimpinan Sutiyoso berakhir. Sambil berharap, pemerintah provinsi yang baru a...
Comments