Sri Lankans call it 'metered taxi', or 'tuktuk'. We say it's 'bajaj'. Bentuknya sama persis dengan bajaj yang banyak di Jakarta, namun suaranya sangat halus dan mereka punya argometer. Tiap naik, harga minimum yang harus dibayar adalah 50 Rupee. Apakah tidak ada taxi sedan atau yang mirip sedan? Saya hampir berpikir demikian. Soalnya, selama dua hari saya tinggal di Colombo, saya belum pernah lihat taxi yang benar-benar taxi pada umumnya. Namun tadi malam sepulang dari konferensi, saya melihat satu sedan mini dengan karakterisitk taxi masuk halaman hotel. Mungkin memang jarang.
Remeh temeh cerita sehari-sehari, prasasti bahwa saya pernah singgah di planet ini
Comments