Agak terengah-engah nonton film Birdman ini. Hampir seluruh gambar dalam film ini diambil dengan menggunakan teknik hand-held camera dan one-shot yang maha panjang. Terlebih banyak adegan yang diambil dengan close up dan medium. Hasilnya, luar biasa bikin tegang. Padahal ini film drama biasa. Tapi konflik antar pemain termasuk konflik masing-masing karakter dibangun begitu kuat. Saya suka, saya suka. Namun demikian, beberapa adegan sangat membosankan dan beberapa bagian membingungkan mana yang real maupun yang sekedar imajinasi si tokoh.
Ketika karakter si Birdman muncul lengkap dengan kostum karet menyerupai burung (sebagai bayangan), tentu kita harus ingat the Black Swan. Saat itu, Natalie Portman menari, penonton diajak untuk percaya bahwa si artis adalah jelmaan dari seekor angsa hitam. Meskipun tak dibuat mirip eksekusinya, namun, secara ide sepertinya sama.
Comments