I am not in the mood to do anything but writing a paper. Saya merasa perlu terus berlatih untuk dapat menghasilkan paper yang sangat baik. Sejauh ini, karya-karya saya masih sangat jauh dari baik. Dan, sembilan paper hingga hari ini sudah saya selesaikan. Sebagian saya kirim untuk jurnal, sebagian lain untuk saya kirim ke conference. Saat ini atau tahun ini, saya mungkin lebih mementingkan kuantitas terlebih dahulu. Tahun depan, insyaallah saya akan lebih fokus pada kualitas. Tahun berikutnta, bolehlah kualitas dan kuantitas bersanding.
Pemprov DKI serius untuk menelikung para perokok aktif. Setelah mengeluarkan larangan merokok di beberapa kawasan, disusul dengan larangan beriklan bagi produsen rokok di jalan-jalan protokol. Mestinya, mulai Maret lalu, billboard iklan rokok yang semarak di sepanjang Sudirman, Gatot Subroto, dll itu tak sudah tak boleh lagi terpasang. Namun, pengecualian bagi pemasang iklan yang masa tayangnya belum habis, ditunggu hingga akhir masa kontrak. Sesederhana itukah? Seperti bisa ditebak, larangan-larangan apa pun yang diberlakukan pasti selalu diikuti sebuah koalisi kolusi. Tak ada hukuman bagi pengiklan iklan yang masih memasang billboardnya di sana walaupun tenggang waktu sudah terlewat. Yang terjadi adalah, adanya perpanjangan kontrak sebelum tenggang waktu itu habis. Sehingga iklan-iklan rokok itu akan terus terpasang selama masa kontrak yang diperpanjang. Jika perlu, kontrak untuk jangka waktu hingga masa kepemimpinan Sutiyoso berakhir. Sambil berharap, pemerintah provinsi yang baru a...
Comments