Skip to main content

Mengapa Youtube? Mengapa Vlogging?

Apakah saya menonton Youtube? Seperti tiap waktu, jenis video yang saya tonton bertambah daftarnya. Tentu. Ketika saya sibuk menyelesaikan S-3 saya, saya jatuh cinta pada tayangan-tayangan seperti British Got Talent, Amerincan Got Talent, dan Australia Got Talent. Termasuk juga X Factor dari ketiga negara tersebut. Saya juga menyukai talkshow keren punya si Ellen dan Jimmy Kimmel, cooking video, musik, dan thriller film. Ha, thriller film itu penting. Terutama karena saya tak bisa nonton terlalu sering ke bioskop sementara uang juga terbatas. Padahal, saya harus terus memperbaharui pengetahuan saya tentang film-film terbaru. 

Belakangan ini, saya menyukai DIY pembuatan furniture dari bahan-bahan palet, termasuk juga tour mini house dan skinny apartemen. Rasanya ingin menjadi tukang. Penuh inspirasi. Dan, yang teakhir lagi adalah menonton vlog. Gara-gara itu, saya jadi ingin bikin vlog sendiri. Apalagi isteri saya juga terus menagih. Katanya, dengan punya vlog, kita bisa menghasilkan uang dari sana. Iya, kalo banyak yang nonton, banyak yang berlangganan, dan banyak yang suka. Eh, siapa tahu ada jalan.

Lalu saya mulai menyiapkan diri. Memikirkan konsep. Belajar editing, beli-beli peralatan rekam. Tinggal bikin-bikin footage. Pokoknya, konsep yang selama ini belum dibuat orang. 

Comments

Popular posts from this blog

Billboard Udud

Pemprov DKI serius untuk menelikung para perokok aktif. Setelah mengeluarkan larangan merokok di beberapa kawasan, disusul dengan larangan beriklan bagi produsen rokok di jalan-jalan protokol. Mestinya, mulai Maret lalu, billboard iklan rokok yang semarak di sepanjang Sudirman, Gatot Subroto, dll itu tak sudah tak boleh lagi terpasang. Namun, pengecualian bagi pemasang iklan yang masa tayangnya belum habis, ditunggu hingga akhir masa kontrak. Sesederhana itukah? Seperti bisa ditebak, larangan-larangan apa pun yang diberlakukan pasti selalu diikuti sebuah koalisi kolusi. Tak ada hukuman bagi pengiklan iklan yang masih memasang billboardnya di sana walaupun tenggang waktu sudah terlewat. Yang terjadi adalah, adanya perpanjangan kontrak sebelum tenggang waktu itu habis. Sehingga iklan-iklan rokok itu akan terus terpasang selama masa kontrak yang diperpanjang. Jika perlu, kontrak untuk jangka waktu hingga masa kepemimpinan Sutiyoso berakhir. Sambil berharap, pemerintah provinsi yang baru a...

Bertemu Yesus

Sambil menunggu tukang yang akan bekerja di rumah, saya terlelap. Dua orang perempuan yang wajahnya sangat saya ingat mengetuk pintu. Mereka memperkenalkan diri sebagai murid-murid kajian Al Kitab dari sekte Saksi Yehua. Sejujurnya, nama itu baru saya dengar. Mungkin karena saya berada di luar komunitas kristiani, makanya tak terlalu perhatian pada hal demikian. Dua orang tukang datang dan dengan berisiknya bekerja. Saya tetap menerima dua tamu yang katanya mau mengabarkan berita gembira kepada siapapun. Ah, namanya tamu, tentu saya akan menerimanya dengan senang hati. Saya tak ingin berburuk sangka dengan apa yang mereka lakukan. Kristenisasi? Injilisasi? Saya tak mau apriori. Saat ini saya merasa telah menemukan kembali iman saya setelah bertahun-tahun menyublim. Lama saya telah bertualang dari satu keyakinan ke keyakinan lainnya. Jadi meskipun saya mendengar satu dua ayat tentang apapun dari pengabar manapun, insyaallah, tak akan menggoyahkan iman. Mulailah dua perempuan itu berceri...

Now Banderas

What do you expect when the media keep broadcasting peope failing to stay healthy?