Skip to main content

Puisi: Bukan Rasa Biasa

Bukan Rasa Biasa

Ruang hati menghampa sekejap 
Ada bagian yang tak terisi
Kukira tentang dia 

Dinding sewarna gading
Dan dia di hadapan
Namun antara terbentang

Hawa sekeras petang, yang akan pergi begitu surya silam
Namun dia terjiplak pada setiap rupa
Dan antara tetap terbentang

Kukira tentang dia
Sesaat aku menggenggam geram yang tak mampu aku gumamkan
Lalu kelu buku-buku jari 
Meranggas di ujung-ujung pagi
Berharap dia

Bukan tentang pilihan karena dia bukan untuk dipilih
Bukan tentang rasa biasa karena waktu yang memilihkan 

Sesaat dia melintas
Pada setiap tuma'ninah 
Pada deru
Pada tempias setiap hujan

Kukira masih dia
Aku merasa
Rasa ini, bukan rasa biasa



Comments