Skip to main content

Posts

Hoax from Mr. Karim Ahmed, Again

Email ini, masuk ke inbox Yahoo saya dan dapat dipastikan sebagai hoax, bohong, penipuan: Dear Friend, TRANSFER OF USD$4.8M (FOUR MILLION EIGHT HUNDRED THOUSAND US DOLLARS) I am Mr KARIM AHMED, a banker with the above mentioned bank in Ouagadougou Burkina Faso in West Africa, holding the post of the Audit & Accounts dept. On December, 25, 2003, one Dr.Mujeeb Islam Ahmed, a Lebanese National, An Astute Business man of international repute, a contract with ecowas country, whose endeavours spans various areas of Business interest, (Real estate, contract and Farming .etc) made a numbered time (Fixed) Deposit, valued at $4.8M (Four Million Eight Hundred Thousand United State Dollars) for twelve calendar months in my Bank Branch. Upon Maturity, we sent a routine notification to his forwarding address but got no reply. After a month, we sent a reminder and finally we discovered from his company that Dr.Mujeeb Islam Ahmed.was aboard the AF4590 plane, which crashed December, 25 20...

Nobar AFF di Konjen RI

Jeda pertandingan antara Indonesia vs Malaysia. Nonton bareng AFF 2010 di kantor Konjen RI.  Sebuah hotel backpacker di Adelaide Tce Gum tree. Mampir ke Kings Park setelah bubar nobar

Menjadi Kompasianer

Saya baru saja menjadi anggota baru Kompasiana, jejaring sosial yang dibangun oleh Kompas, tempat orang-orang menulis apa saja: puisi, reportase, dongeng, kritik sosial... Saya memutuskan hanya menulis sajak, yeah, untuk saat ini.  Sebetulnya saya sudah tahu lama tentang Kompasiana, bahkan ketika baru pertama kali di-launching. Tapi tentu saja saya lebih setia pada blog ini. Saya tetap memepertahankan Blogspot karena tidak terlalu hiruk pikuk dengan lalu larang komentar. Sejauh ini saya memang menghindar dari percakapan dengan pembaca. Meskipun jujur, dengan adanya interaksi dengan pembaca juga membuat saya makin bergairah untuk menulis. Hanya puisi. Sekedar untuk berbagi.

Jurnal Sabtu

Seharian ini saya memilih berdiam di ruang kerja di kampus, lumayan ada AC. Suhu di luar 38 derajat. Niatnya biar sekalian bisa menulis untuk riset saya. Tapi ternyata, mood saya tak menolong. Tapi tak benar-benar tanpa hasil, karena saya sibuk dengan ide-ide baru untuk, mungkin, sesuatu yang kelak akan saya bangun jika waktu memungkinkan. Sore. Jalanan sepi. Menunggu di parkiran Edgewater station, sahabat saya, Elis dan Jati dari Jakarta, mulai hari ini akan tinggal di rumah saya untuk sisa hari liburan mereka. 

Cottesloe Beach

Jurnal Kamis

Dalam kereta, ada Santa Clause, penyanyi carols, dan perempuan yang baik hati membagi-bagikan permen Street musicians, Hay Street Mampir ke Cathedral of St Mary Peri baik hati Menunggu acara drama natal Pembuatan urban space , belum selesai. Di depan State Library, lagi

Aturan-aturan Domestik: Annoying but Essential

Hari-hari pertama menempati rumah yang sekarang saya tinggali, rasanya mata sepet juga menemukan banyak poster peringatan dari para penghuni utama - mereka yang memiliki kontrak dengan agen perumahan. Di pintu masuk, di dapur, di kamar mandi... Jengah. Apalagi, jika kemudian saya tertangkap basah tidak melakukan sesuai dengan instruksi yang ditempel, mereka tak segan-segan akan menegur langsung. Misalnya, masuk rumah dengan tetap menggunakan sepatu atau ada ceceran air di lantai kamar mandi setelah saya shower -an.  Namun belakangan saya mencoba berempati, terutama ketika mereka sedang pulang kampung, dan saya tinggal dengan dua penghuni lain. Sejak tak ada yang melakukan pengawasan, aturan jadi kendor. Saya pikir, ternyata penting juga memberi instruksi-instruksi demikian. Meksipun saya tetap berusaha patuh pada poster itu, tapi ternyata dua penghuni lain tidak! Akibatnya, kamar mandi berantakan, toilet kotor, dapur apa lagi.  Mencoba bijaksana di usia ya...