Skip to main content

Posts

Hillarys Beach

Morning in bed

Kasur kebanjiran, Basil ngompol.
Kuliah masih lama untuk selesai. Namun saya sudah banyak merancang sejumlah rencana apa yang akan saya lakukan sepulang dari Australia nanti. Sekedar coret-coret ide sudah saya dokumentasikan. Namun untuk terus menggali ide-ide tersebut supaya siap pakai rasanya belum memungkinkan. Saya terlalu sibuk dengan projek riset PhD.

Jurnal Sabtu

Jalan sehat dari apartemen menuju kampus. Bye... see you

A Room to Stay

Terbengong-bengong ketika menyadari kalau hostel yang saya booking di Philadelpia ternyata sangat terisolir, di antara hutan, jauh dari keramaian kota. Sopir taksi yang mengantar saya meyakinkan bahwa inilah hostel yang saya maksud. Bukan karena banyak uang hingga saya minta bantuan sopir taksi untuk mengantar saya ke hostel. Namun karena saya tiba di Philly sudah jam 9 malam, sudah tak ada lagi sinar matahari yang tersisa. Dalam kegelapan, harus cari bis, cari tempat berhentinya, cari hostelnya... pasti merepotkan. Saya berpikir praktis saja.  Ini bukan hostel biasa. Ini mansion. Sangat besar. Saya pikir, orang-orang yang tinggal di sini karena mereka sudah tidak mendapatkan kamar di tempat lain. Tapi juga bagus. Seperti kembali ke satu atau dua abad lampau.

Swan Valley

Tanpa sengaja, kunjungan ke tenggara Perth untuk sebuah urusan ternyata membawa saya ke Swan Valley, tempat yang benar-benar saya kunjungi. Konon, di saat spring, daerah ini sangat indah. Betul, sepanjang jalan bunga-bunga liar bermekaran. Hamparan kebun anggur, kehijauan hutan, dan semilir angin yang menghembuskan bau segar. Mengingatkan pada perjalanan saya ke Margareth River. Semirip sama: wineries, chocolate factory, cafes...

Ganti Supervisor Riset. Ganti Metodologi: Tahan Nafas

Salah satu supervisor riset saya pindah ke Amerika. Awalnya hanya rumor, belakangan berita itu disampaikan secara resmi dalam sebuah meeting. Dia pergi begitu saja tanpa ada sepatah kata terucap. Tak email atau pesan lisan. Lalu saya tak punya alasan untuk kehilangan dia. Maka datanglah seorang yang baru menggantikan. Berharap dia bisa lebih baik membimbing saya. Sejumlah ide sudah dia kemukakan. Misalnya, saya harus mengunjungi salah satu negara dimana projek-projek tourism yang jadi inti penelitian saya dilakukan: volunteer tourism. Mungkin Thailand, Kamboja, Vietnam, Cina atau manapun di muka bumi ini. Saya tidak mau berpikir negatif bahwa dittinggal supevisor akan menimbulkan banyak kemalangan atau datangnya supervisor baru akan menambah penderitaan. Biasa saja. Saya percaya semua warna perubahan ini akan lebih banyak memberi kebaikan. Agak kekuatiran bahwa saya mungkin perlu menambah semester dari tiga tahun yang direncanakan. Ini pun tak perlu mati-matian saya gusarkan. ...