Skip to main content

Posts

OktoberFest, Sebentar Lagi

Minggu pertama Oktober, ada deadline paper dan laporan penelitian, banyak banget! Padahal saya sangat moody. Sudah tahu deadline, kalau mood sedang off, sulit untuk diajak kompromi. Well, ada dua laporan penelitin yang harus selesai. Ada empat konferensi yang juga menagih untuk paper. Semua menumpuk di Oktober minggu pertama! Benar-benar OktoberFest.

Susahnya Cari Makan di Shanghai

Susah mencari makanan yang pas buat saya makan. Ada restoran Jepang yang saya jajal siang tadi. Menunya ternyata banyak mengandung babi atau bebek. Makanan Jepang yang biasa tampak di restoran Jepang di Jakarta, nyaris tidak ada. Well, akhirnya pilihan jatuh le udang goreng tepung. Malam ini, saya keluar rumah. Niat hati mencari makan. Kembali mengunjungi mall yang sebelumnya saya kunjungi. Setelah menelurusi setiap lantai di mall itu, akhirnya saya memutuskan untuk memesan jentang goreng saja, di McD. Cari aman.

Tentang Membenci Ahok

Beberapa waktu lalu, beredar video-video yang dibuat mahasiswa berisi ajakan untuk menolak Ahok karena dianggap kafir. Mereka benar, jika Quran menyatakan agar umat Muslim untuk tidak memilih pemimpin non-Muslim. Mereka bilang, mereka sedang berdakwah. Bagi saya, mahasiswa-mahasiswa itu, lupa, bahwa di bawah Quran, ada Pancasila dan UUD 45 karena mereka tinggal di Indonesia. Hukum di mana mereka berada, mengikat. Mereka harus patuh pada hukum yang berlaku. Kita tidak hidup sekedar untuk beragama saja, tapi untuk juga bernegara dan bermasyarakat. Bayangkan, seorang mahasiswa ilmu keperawatan berapi-api membenci manusia yang berbeda suku. Bayangkan, seorang mahasiswa kependidikan menghujat manusia lain yang berbeda keyakinan. Bayangkan jika mereka kelak terjun ke masyarakat mengamalkan ilmunya. Bayangkan, jika orang-orang seperti mereka ada di tengah masyarakat kita yang multikultur.

Hujan-hujanan

Waktu tadi pagi pamit mau jalan, nyonya rumah nawarin payung tapi saya tolak. Ketika ternyata hujan tak ada putusnya, saya merasa bodoh sekali. Semua orang di jalan yang saya temui pakai payung semua. Mungkin begini musim hujan di Tiongkok. Saya hanya mengandalkan jaket untuk nutupin badan biar tidak terlalu basah, dan tidak tembus tas karena betisi laptop.

Tahun Seminar

Begitu seorang sahabat saya tahu saya sedang di Tiongkok untuk sebuah seminar, dia bertanya: "Nggak bosen ikut seminar?" Saya hanya tertawa. Tentu, tidak bosan. Bagi saya, tahun ini adalah tahun seminar. Saya memiliki pulhan draft paper yang harus dipublikasikan. Tak apa saya bekerja sangat keras, tak apa saya mengeluarkan uang yang banyak untuk ini. So, selama ini sudah enam seminar saya ikuti: - Bandung dua kali, Oktober nanti akan ada satu kali lagi - Surabaya, mengantar enam orang mahasiswa - Bali, panitia penyelenggara - Yogyakarta satu kali, akan ada satu kali lagi - Malang Tahun ini, sembilan kali saya rasa sudah cukup. Sebelumnya, saya tak pernah sekalipun ikut seminar di dalam negeri. Tahun inilah saya ingin fokus di sini, biar lebih murah, biar bisa lebih banyak seminar yang bisa saya ikuti. Jika pun seminar yang di Tiongkok inj saya hadiri, ini karena biaya tiket dan hotel ditanggung panitia.

People I Met in Shanghai