Skip to main content

Posts

Barley in the Box

Kontrak Selesai: Cabuuut!

Pontang-panting menyiapkan sejumlah bab yang harus diemail pagi ini sebelum meeting jam 9.30. Karena perhitungan waktu, saya ke kampus jam 2.30! Aje gile. Syukurnya, semua pekerjaan selesai sebelum jam 7. Pulang, lalu menyiapkan Basil untuk sekolah. Isteri saya hari ini tidak bekerja karena masih harus ke apartemen untuk bersih-bersih. Hari ini, tanggal terakhir menempati rumah itu. Packing, Cabuuuuut!

Wajah Website Parpol

Setelah November 2010 lalu saya mengintip sejumlah website partai , kali ini saya kembali mengintip website-website partai itu untuk melihat perubahan apa yang dilakukan oleh partai politik terhadap website mereka.  Ternyata, semua partai sudah bergenit-genit menjelang pemilu 2014 sehingga mereka tampil layak mewakili misi dan visi organisasi yang mereka usung. Hal yang paling mencolok dari semua website adalah dengan menampilkan ketua umum partai seolah untuk merekalah segenap unsur partai bekerja, kecuali Partai Demokrat tentu yang sudah tak berketua lagi.  Partai Sejahtera bagi Para Pemimpinnya Golkar masih setia dengan thema ekonomi kerakyatan

Kejar Tayang Thesis

Saya sempat sedih ketika riset supervisor saya menolak membaca thesis saya dan memberikan feedback hingga selesai sebelum tanggal 31 Maret. Saya merasa kerja keras saya sia-sia. Betapa tidak? Senin hingga Minggu, pagi hingga malam, pikiran dan tenaga saya kerahkan agar bisa fokus menyelesaikan thesis tepat waktu. Begitu thesis selesai, dia tak mendukung. Padahal, jika dia patuh terhadap timetable yang dia buat sendiri itu, sejak pertengahan Februari lalu mestinya thesis saya sudah selesai, seselesai-selesainya dan awal Maret lalu saya bisa serahkan ke kampus, dan sebelum tanggal 15 Maret, saya sudah berada di Jakarta. Namun, tidak saja saya harus memperpanjang visa, tapi saya malah dianjurkan perpanjang semester! Wtf! Tentu saja saya menolak keras. Bukan saja urusan biaya kuliah dan living cost, yang saya persoalkan adalah niat baik dari riset supervisor saya itu. Hal yang saya tuntut adalah tanggung jawab dia. Jika selama ini saya sudah bekerja keras, mengapa dia tak mau bekerja ...

Simsalabim!

Akhirnya, pagi ini satu aplikasi untuk menyewa sebuah apartemen ke sebuah property agent saya email, setelah kemarin saya dan keluarga melihat apartemen tersebut. Mudah-mudahan aplikasi ini dikabulkan meskipun bersaing dengan para pelamar lain. Saya benar-benar butuh tempat tinggal segera sebelum tanggal 15 Maret, supaya begitu kontrak sewa dengan property agent untuk apartemen yang saya tempati sekarang selesai, saya dan keluarga tenang karena jelas harus pindah ke mana. Agak mepet sebetulnya. Sangat beresiko. Tapi bukan karena karena selama ini diam. Selain karena sibuk dengan tetek-bengek thesis dan mengurus perpanjangan visa, mencari rumah sewa tidaklah mudah. Pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi, agar tidak jauh dari stasiun. Alasannya, karena istri saya bekerja di kota naik kereta. Selain itu, karena saya kerja pagi, baru sampai rumah sekitar jam 7.15, dan sepuluh menit kemudian isteri saya harus segera berangkat. Giliran saya mengurus anak-anak: mengantar Basil sek...

Mencari Rumah Kontrakan

Kepusingan kedua yang saya alami saat ini adalah mencari rumah kontrakan, lagi. Padahal keluarga saya sudah tenang dan nyaman tinggal di apartemen yang sekarang kami tempati. Sayangnya, pihak agen properti bilang, mereka tak akan menyewakan lagi sebelum merekan lakukan perbaikan untuk sejumlah hal yang memang sudah mengalami kerusakan. Ketika saya minta untuk perpanjang satu atau dua bulan lagi pun, mereka menolak. Padahal saya tinggal di sini sudah sejak tahun 2011. Sama sekali tak ada pertimbangan kemanusiaan. So. hampir tiap hari saya datangi rumah-rumah yang siap dikontrakan dan dijajakan oleh agen properti. Tak semua tempat asyik dilihat atau ditempati. Dan saingan untuk mendapat satu tempat kontrakan saja bisa banyak sekali.