Skip to main content

Posts

Berkunjung ke UGM

Ah, dapat tugas untuk melakukan studi banding ke UGM dan UNY di Yogyakarta. Tentang bagaimana kedua universitas itu menyelenggarakan pascasarjana. Beberapa rekan lain yang bergabung dalam tim revitalisasi Pascasarjana UNJ bergerak ke sejumlah universitas di berbagai kota. 

Entah

Entah. Apa yang saya lihat hari ini, apa yang saya dengar hari ini, apa yang saya cium hari ini, apa yang saya rasa hari ini, semua mengingatkan pada masa lalu. Saat-saat belia, remaja, bertumbuh. Semua melintas bertubi-tubi. Teringat semua yang telah pergi, semua yang telah hilang, semua yang tak abadi. Entah. Ada sesak, udara yang tak keluar, emosi yang tak tersalur, rasa yang mengendap. Entah.

Ziarah Pertama

Menjenguk Ita di hari pertama di rumah barunya.

Selamat Jalan, Adikku

Jumat, setelah subuh, saya sedang menulis sesuatu di laptop. Kakak saya mengirim pesan, juga menelpon: pulang sekarang. Lalu dalam hitungan menit, saya berkemas, membawa anak-anak. Isteri saya masih ada kegiatan hari itu. Tujuan: rumah sakit dekat rumah di Bogor. Hujan sepanjang pagi hingga siang. Suasana di ruang IGD sangat menguatirkan. Perasaan campur aduk. Menjelang jam empat sore. Ita, adik kami, berpulang.  Tak ingin berlama-lama, setelah isya, kami antar Ita ke rumah terakhirnya. Selamat jalan, adikku. Allah memilihmu untuk lebih cepat menghadap-Nya, karena Dia sayang sama kamu. Kamu akan mendapatkan tempat yang benderang dan lapang di surga terindah. 

Saat-saat Ita Pulang ke Rumah

Ita, adik saya ke tiga. Begitu Juli lalu kami mendengar kabar tentang dia sakit, saya, dan juga anggota keluarga lain sudah pasrah. Bahkan Ita pun sudah memasrahkan diri. Maut adalah urusan Allah. Namun usaha kami tidak sedikit sebagai syarat perjuangan seorang Muslim untuk bertahan. Ketika kehendak-Nya tak bisa kami tolak, hanya imanlah yang bisa mendamaikan hati kami. Selamat jalan, adikku... We'll miss you . 

Hari Pertama - STUST

Sesaat sebelum conference dimulai. Bertemu dengan sahabat saya Andi, dosen fakultas yang sedang melanjutkan studi S-3 di Southern Taiwan Univeristy of Science Technology. (STUST).

Tentang Kopi Liong Bulan

Tulisan seseorang yang viral. THE END OF THE LEGEND Sebuah berita duka bagi saya dan bagi banyak orang Bogor, penggemar kopi Liong Bulan. Kopi legendaris ini tutup selamanya -tutup umur, setelah bertahan 72 tahun di kota Bogor. Lahir pada tahun 1945, sekitar kemerdekaan Indonesia di dekat Pasar Anyar Bogor, di belakang bioskop President yang telah mati lebih dari 20 tahun yang lalu. Membuka toko di Jl. Pabaton di sebelah Pasar Anyar, ia di sana sampai tutup umur sepuluh hari lalu. Sang empunya, usianya pun sudah lanjut, 60-an tahun nampak sering duduk saja merangkap sebagai kasir. Kadang-kadang saya ajak ngobrol soal kopi ini, tetapi tak responsif, wawancara pun tak terjadi. Dua perempuan muda bertugas menggiling biji kopi, menimbang kopi, melayani permintaan para pembeli yang banyak berdatangan. Kopinya murah, Rp 12.500 per 1/4 kg. Maka masyarakat kelas bawah selalu ramai berdatangan dari pukul 09 sampai pukul 15 saat toko buka. Belakangan saya sering menemukan toko ini tutup dan...