Skip to main content

Posts

Mimpi: Kucing Liar

Saya turun dari sebuah angkot. Di pertigaan, di suatu tempat yang asing bagi saya. Namun lambat laun, tempat itu seperti pertigaan menuju rumah orang tua saya di Bogor. Ketika saya turun, saya menemukan sejumlah kucing, berukuran lebih besar dari kucing rumahan biasa. Kucing liar, dengan mata mereka yang terus mengawasi.  Saya tak sendiri. Banyak orang di sana. Dan kucing itu juga ternyata banyak. Saya menyadari sebagai orang asing. Tapi saya pernah mendengar, dalam situasi seperti itu, saya jangan panik.  Saya berjalan menuju sebuah bangunan dengan teras yang keempat sisinya tertutup tembok tanpa pintu. Saya duduk pada sebuah kursi panjang, menunggu angkot lain yang bisa mengantar saya ke tujuan.  Suasananya seperti hari-hari yang sering saya lalui saat saya masih SMP. Teras itu adalah ruang tunggu praktik dokter. Ada dua perempuan di teras itu. Seorang ibu, dan seorang putri.  Seekor kucing berukuran besar menghampiri. Dia mengendus-endus tangan saya. ...

Sambil Tugas Daerah, Riset Jalan Terus

Seperti biasa, sambil memanfaatkan waktu luang, saya mampir ke sentra-sentra kain tradisional untuk riset saya. Kali ini, pergi ke Kain Tenun Nusa Indah di Denpasar yang menjual tenun-tenun khas Bali. Sayangnya, saya tak bisa mengungjungi workshop mereka. 

Bimtek Dosen Pariwisata

Saya mendapat kesempatan untuk menjadi narasumber pada kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dosen-dosen pariwisata se-Indonesia, di Bali. Acara ini berlangsung dari hari Selasa, 8 Mei hingga Jumat, 11 Mei. Penuh sesak dengan agenda, pagi hingga larut malam.  Acara ini diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Mereka beranggapan, dosen-dosen pariwisata di Indonesia, datang bukan dengan latar belakang pendidikan kewirausahaan. Untuk itu, perlu ada bimtek-bimtek semacam ini. 

Menjadi Saksi di Pengadilan

Waktu pertama kali mendapat pemberitahuan dari Kemenristekdikti untuk menjadi saksi di pengadilan PTUN atas kasus gugatan mantan rektor UNJ, saya tertegun. Campur aduk perasaan. Beberapa detik kemudian, tentu saja saya setuju. Atas nama kebenaran, atas nama UNJ yang selama ini saya bela, saya bersedia menjadi saksi, apa pun risikonya. Hari ini saya berdiri disumpah. Hari ini saya duduk untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para Majlis Hakim dan pengacara pembela Kemenristekdikti. Alhamdulillah, semua pertanyaan bisa saya jawab dengan lancar.  Dan pihak penggugat tak muncul satu pun. 

UNS untuk Kedua Kali

Desember 2016, saya mengunjungi UNS di Solo, untuk sebuah investigasi yang berkaitan dengan kasus plagiat alumni UNJ. Kali ini, kembali saya mengunjungi kampus ini, untuk tujuan lain. Siapa sangka, apa yang saya lakukan hampir dua tahun tahun lalu itu menjadi peristiwa yang maha penting untuk menunjukkan betapa kami sangat menaruh perhatian pada kasus-kasus plagiarisme. Minggu depan saya akan menjadi saksi di pengadilan PTUN. Untuk itu, saya harus terus hidup hingga hari besar itu tiba. 

Mural di Terminal Tiga Soeta

Beberapa hari lalu saya mendapat undangan untuk menjadi reviewer modul Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan. Saya bisa menolaknya. Tapi mungkin tak baik. Anggap saja ini tugas negara, yang memang benar tugas negara. Saya harus ke Solo sore ini. Kali ini, saya menyempatkan memotret beberapa desain mural di Terminal Tiga Bandara Soeta, meskipun sudah sering melewati. Keren. Saya suka. 

Mengapa Saya Berpuasa Senin-Kamis?

Bahkan sahabat-sahabat saya selalu menanyakan untuk apa saya puasa Senin dan Kamis. Lalu saya harus jawab apa? Jika saya katakan bahwa ini sunnah, mereka tak begitu percaya karena menurut mereka aya tak begitu religius untuk mengatakan itu. Kening saya tak hitam. Tak setiap bedug tiba saya ke masjid. Tak setiap tindakan dan ucapan menunjukkan. Lalu saya harus jawab apa? Haha. Sabodo teuing.  Sejak masih di SD saya berpuasa Senin-Kamis, bahkan ketika SMP, SMP, kuliah, dan setelah bekerja. Meskipun kadang off kadang on, tapi sebisa mungkin saya berpuasa. Pernah juga lama tidak berpuasa. Namun beberapa tahun terakhir, saya kembali berpuasa setelah melihat banyak dosen di lingkungan saya bekerja berpuasa. Lalu saya harus jawab apa? Ketika saya bilang bahwa berpuasa Senin-Kamis adalah sunnah dan mereka tak percaya saya mengatakan itu, kadang saya mengatakan bahwa puasa yang saya lakukan karena kebiasaan. Ada benarnya. Namun apapun, insyaallah saya akan terus melakuk...